Polisi Telusuri Keterkaitan Bom Mal Alam Sutera dengan ISIS

Kompas.com - 11/07/2015, 13:44 WIB
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.comKapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai kemungkinan terus didalami oleh polisi dalam mengungkap pelaku pengeboman di toilet lantai dasar Mal Alam Sutera, Tangerang, Kamis (9/7/2015). Salah satu kemungkinan yang dipelajari intensif oleh polisi yakni soal keterkaitan dengan fatwa dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) soal seruan berjihad di bulan Ramadhan.

"Mungkin ada kaitannya dengan pernyataan dari Abu Muhammad al-Adnani, Juru Bicara ISIS yang mengatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bualn paling bagus berjihad," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (11/7/2015).

Sebelumnya Tito sempat menyebut bahwa jajarannya telah memantau kelompok-kelompok radikal di Jakarta berkaitan dengan fatwa berjihad tersebut. Pasalnya beberapa aksi terorisme di Tunisia, Kuwait dan Perancis, terjadi karena ada seruan berjihad di bulan Ramadhan.

Tito menambahkan di Indonesia terdapat sel-sel ISIS. Untuk itu, tim khusus gabungan dari Densus 88, Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang mewaspadai hubungan antara fatwa berjihad tersebut dengan aksi teror di Mal Alam Sutera.

"Di sini kan memang ada sel-sel ISIS. Jadi kita waspadai apakah ini ada hubungannya mungkin dengan fatwa itu. Semua kemungkinan kita pelajari," ungkap Tito.

Pada Senin (29/7/2015) Tito menyebutkan ada kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di Indonesia. Kelompok tersebut tersebar di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten. Namun, Tito mengatakan Jamaah Al-Islamiyah, kelompok Bom Bali tidak berafiliasi dengan ISIS.

"Oleh karena itu jaringan yang ada di sana berhubungan dengan kelompok yang ada di kita, otomatis kita harus waspada. Terutama di wilayah yang disebutkan tadi," ucap Tito beberapa waktu lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Update 26 Oktober]: Kasus Aktif Covid-19 di Depok Sebanyak 1.333 Orang

[Update 26 Oktober]: Kasus Aktif Covid-19 di Depok Sebanyak 1.333 Orang

Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Diterjang Angin Puting Beliung, Fasilitas Gedung Kesenian Kota Bekasi Rusak

Diterjang Angin Puting Beliung, Fasilitas Gedung Kesenian Kota Bekasi Rusak

Megapolitan
Dirampok di JPO Cilandak Timur, Seorang Ibu Dipukul oleh Perampok

Dirampok di JPO Cilandak Timur, Seorang Ibu Dipukul oleh Perampok

Megapolitan
Pelaku Mengaku Ingin Kuasai Uang PSK Rp 1,8 Juta, Polisi Anggap Alasannya Janggal

Pelaku Mengaku Ingin Kuasai Uang PSK Rp 1,8 Juta, Polisi Anggap Alasannya Janggal

Megapolitan
Libur Panjang, Pemesanan Tiket untuk Keberangkatan di 3 Stasiun di Jakarta Naik 3 Kali Lipat

Libur Panjang, Pemesanan Tiket untuk Keberangkatan di 3 Stasiun di Jakarta Naik 3 Kali Lipat

Megapolitan
Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

Megapolitan
Polisi Duga Kasus Pembunuhan PSK di Bekasi Sudah Terencana

Polisi Duga Kasus Pembunuhan PSK di Bekasi Sudah Terencana

Megapolitan
Petugas PPSU Ciduk Perampok yang Kabur Setelah Jambret Seorang Ibu di JPO

Petugas PPSU Ciduk Perampok yang Kabur Setelah Jambret Seorang Ibu di JPO

Megapolitan
Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Penjambretan Saat Bersepeda di Sekitar Monas

Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Penjambretan Saat Bersepeda di Sekitar Monas

Megapolitan
Hujan dan Angin Kencang di Depok Senin Sore, 2 Pohon di Permukiman Warga Tumbang

Hujan dan Angin Kencang di Depok Senin Sore, 2 Pohon di Permukiman Warga Tumbang

Megapolitan
Pemilik Panti Pijat Positif Covid-19 yang Kabur Tak Ditemukan di Rumahnya

Pemilik Panti Pijat Positif Covid-19 yang Kabur Tak Ditemukan di Rumahnya

Megapolitan
Cegah Banjir, Pembuatan Bendungan Waduk di Cilincing Dikebut Satu Bulan

Cegah Banjir, Pembuatan Bendungan Waduk di Cilincing Dikebut Satu Bulan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Bantu Perbaiki 186 Rumah yang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Pemkot Bekasi Akan Bantu Perbaiki 186 Rumah yang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Megapolitan
UPDATE 26 Oktober: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 2.070

UPDATE 26 Oktober: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 2.070

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X