Tetap Ada Operasi Yustisi di Jakarta

Kompas.com - 21/07/2015, 11:26 WIB
Warga pendatang mengikuti sidang dalam Operasi Yustisi Kependudukan di Kantor Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2011). Pemprov DKI melaksanakan OYK secara serentak di lima wilayah. Pendatang yang tidak memiliki KTP setempat didenda Rp 20.000. KOMPAS/AGUS SUSANTO Warga pendatang mengikuti sidang dalam Operasi Yustisi Kependudukan di Kantor Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2011). Pemprov DKI melaksanakan OYK secara serentak di lima wilayah. Pendatang yang tidak memiliki KTP setempat didenda Rp 20.000.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah mempersilakan warga dari daerah untuk datang dan tinggal di Jakarta seusai lebaran ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan tetap menggelar operasi yustisi. Rencananya, operasi tersebut akan digelar pada 7 Agustus mendatang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Edison Sianturi mengatakan, digelarnya operasi yustisi bertujuan agar para warga pendatang segera melapor ke kantor kecamatan atau kelurahan terdekat.

Jumlah warga pendatang baru di Jakarta pada tahun ini diprediksi mencapai sekitar 68-70 ribu orang yang diperkirakan akan datang secara bertahap dalam pekan ini.

"Itu alasannya kenapa (operasi yustisi) digelar 7 Agustus. Karena ada waktu 14 hari setelah mereka ada di Jakarta untuk melapor," kata Edison saat dihubungi, Selasa (21/7/2015).

Edison mengungkapkan, sebelum operasi yustisi digelar, pihaknya akan melakukan sosialisasi di kantor-kantor kecamatan dan kelurahan.

"Kalau setelah sosialisasi ditemukan penduduk yang tidak lapor, kita akan datangi sampai ke kos atau rumahnya. Jadi Anda yang berniat tinggal di Jakarta pastikan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan Jakarta dan jangan menelantarkan diri sendiri. Jangan tinggal di sembarangan tempat," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trotoar Kerap Diokupasi, Koalisi Pejalan Kaki: Kita Sama Saja Sodorkan Nyawa Penyandang Disabilitas

Trotoar Kerap Diokupasi, Koalisi Pejalan Kaki: Kita Sama Saja Sodorkan Nyawa Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar, Koalisi Pejalan Kaki: Jalan Fatmawati-Blok M Itu Jalur Tengkorak

Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar, Koalisi Pejalan Kaki: Jalan Fatmawati-Blok M Itu Jalur Tengkorak

Megapolitan
Berlaku Mulai Hari Ini, Berikut Perubahan Jadwal Operasional MRT Jakarta

Berlaku Mulai Hari Ini, Berikut Perubahan Jadwal Operasional MRT Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021 | Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021 | Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Capai 3.578 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Capai 3.578 Orang

Megapolitan
BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan Hari ini

BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan Hari ini

Megapolitan
Waktu Keberangkatan MRT Jakarta Alami Penyesuaian Mulai 1 Maret

Waktu Keberangkatan MRT Jakarta Alami Penyesuaian Mulai 1 Maret

Megapolitan
Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

Megapolitan
Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Megapolitan
Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Megapolitan
Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Megapolitan
Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X