Kompas.com - 22/07/2015, 21:11 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan membongkar Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Jatinegara, Jakarta Timur. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, bangunan dengan jenis apa pun akan dibongkar jika tidak memiliki izin.

"Saya sudah kasih tahu Pak Wali Kota kalau gereja itu enggak ada izin. Kalau memang tempat ibadah sudah berdiri lama, ya dibuat izinnya. Kalau dia enggak buat izinnya, itu melanggar, tetap kami bongkar. Kami tidak mau jika (keputusan) dibongkar atau tidak (karena) dipengaruhi oleh tekanan orang. Tidak ada urusan. Ini negara ada konstitusi, ada aturan," ujar Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI, Rabu (22/7/2015) malam.

Gereja di Jatinegara yang dimaksud Ahok merupakan bangunan yang perizinannya sebagai tempat ibadah sudah sejak lama tidak diurus. Bangunan tersebut sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu sebagai rumah tinggal.

Akan tetapi, fungsinya lambat laun berubah menjadi rumah ibadah. Pihak gereja sudah diberi waktu untuk mengurus perizinan gereja itu. Akan tetapi, sampai saat ini, perizinan belum juga diurus.

Berkaitan dengan hal itu, Ahok tidak khawatir bahwa langkah tersebut akan memicu konflik agama di tengah-tengah masyarakat. Sebab, pembongkaran bukan dilakukan atas dasar agama, melainkan karena perizinan bangunan yang belum diurus.

Lagi pula, kata Ahok, semua agama mengajarkan untuk berdamai dengan sesama. Dia yakin, orang yang betul-betul beragama tidak akan melihat pembongkaran ini sebagai isu suku, ras, agama, dan antar-golongan (SARA).

"Kalau ada orang pegangannya konstitusi, ya tidak usah takut dikait-kaitkan dengan isu agama. Kalau kamu beragama benar, kamu enggak mungkin nyerang orang lain, kok. Buat saya, patokan seperti itu," ujar Ahok.

"Semua agama ngajarin cinta damai, enggak ada kebencian. Kalau ada yang mengaku beragama, melakukan kebencian kepada sesama manusia atau menganiaya, saya justru meragukan dia beragama. Itu yang akan polisi sikat, kalau kamu lakukan tindakan anarkistis. Patokan kita seperti itu saja," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 2 Agustus 2022: Tambah 405 Kasus Covid-19 di Tangsel, 295 Pasien Sembuh

UPDATE 2 Agustus 2022: Tambah 405 Kasus Covid-19 di Tangsel, 295 Pasien Sembuh

Megapolitan
Serangan Membabi Buta Gangster yang Tewaskan Remaja di Cilandak...

Serangan Membabi Buta Gangster yang Tewaskan Remaja di Cilandak...

Megapolitan
Jadwal, Syarat, dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi 3 Agustus 2022

Jadwal, Syarat, dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi 3 Agustus 2022

Megapolitan
Saat Staf SMPN di Bekasi Lecehkan Para Siswi, Korban Dicabuli di Apartemen, Pelaku Mengaku Iseng...

Saat Staf SMPN di Bekasi Lecehkan Para Siswi, Korban Dicabuli di Apartemen, Pelaku Mengaku Iseng...

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penyebab Sembako Presiden Rusak hingga Dikubur | Siswi SMP Tertekan Terus Diminta Guru Pakai Jilbab

[POPULER JABODETABEK] Penyebab Sembako Presiden Rusak hingga Dikubur | Siswi SMP Tertekan Terus Diminta Guru Pakai Jilbab

Megapolitan
Pandangan Ketua Komisi B DPRD DKI soal Pembentukan Pansus JIS: Ada Acuan dan Tatib yang Harus Dihormati

Pandangan Ketua Komisi B DPRD DKI soal Pembentukan Pansus JIS: Ada Acuan dan Tatib yang Harus Dihormati

Megapolitan
Dinkes Tangsel Targetkan 126.000 Anak Terima Imunisasi dalam Program BIAN

Dinkes Tangsel Targetkan 126.000 Anak Terima Imunisasi dalam Program BIAN

Megapolitan
Ulah 'Pak Ogah' Pengguna Sabu, Diduga Palak Sopir sampai Rp 1 Juta di Jalan Outer Ring Road Jakbar

Ulah "Pak Ogah" Pengguna Sabu, Diduga Palak Sopir sampai Rp 1 Juta di Jalan Outer Ring Road Jakbar

Megapolitan
BMKG: Waspada Hujan Disertai Petir-Angin Kencang di Jaksel, Jakbar, Jaktim pada Siang-Sore

BMKG: Waspada Hujan Disertai Petir-Angin Kencang di Jaksel, Jakbar, Jaktim pada Siang-Sore

Megapolitan
Mundur dari Kursi Dewan DKI, Riano P Ahmad: Fokus Kembalikan Kejayaan PPP

Mundur dari Kursi Dewan DKI, Riano P Ahmad: Fokus Kembalikan Kejayaan PPP

Megapolitan
Polisi Sebut Dua dari Empat Begal di Sawah Besar Positif Narkoba

Polisi Sebut Dua dari Empat Begal di Sawah Besar Positif Narkoba

Megapolitan
Rapat Monitoring dan Evaluasi Pembangunan JIS Diskors, Komisi B DPRD DKI Ungkap Alasannya

Rapat Monitoring dan Evaluasi Pembangunan JIS Diskors, Komisi B DPRD DKI Ungkap Alasannya

Megapolitan
PPKM Level 1 Jakarta Diperpanjang, Kapasitas WFO 100 Persen

PPKM Level 1 Jakarta Diperpanjang, Kapasitas WFO 100 Persen

Megapolitan
Satu Keluarga Terlibat Kecelakaan di Cipondoh Tangerang, Ibu Tewas Terlindas Truk

Satu Keluarga Terlibat Kecelakaan di Cipondoh Tangerang, Ibu Tewas Terlindas Truk

Megapolitan
Kapal Ikan Terbakar di Dermaga Timur Penjaringan, Api Muncul dari Ruang Mesin

Kapal Ikan Terbakar di Dermaga Timur Penjaringan, Api Muncul dari Ruang Mesin

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.