Jual Sepatu Murah, Bukan Murahan

Kompas.com - 23/07/2015, 14:30 WIB
Salah satu lorong di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/7). Pasar ini cukup dikenal di kalangan anak muda karena sebagian besar kios di pasar ini menjual sepatu dengan aneka model. KOMPAS/RADITYA HELABUMISalah satu lorong di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/7). Pasar ini cukup dikenal di kalangan anak muda karena sebagian besar kios di pasar ini menjual sepatu dengan aneka model.
EditorHindra Liauw

KOMPAS.com - Bagi kolektor sepatu, ada kebanggaan tersendiri saat mempunyai barang yang disukai. Apalagi, kalau sepatu incaran berkualitas baik dan didapatkan dengan harga "miring". Mau punya alas kaki baru? Ayo "blusukan" ke Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pasar Taman Puring terletak di antara Jalan Gandaria 1, Jalan Gandaria 3, dan Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Letaknya tepat di sebelah Taman Puring yang sejuk dengan pohon-pohon rimbun.

Sejak tahun 1970-an, Pasar Taman Puring terkenal sebagai pusat sepatu dan sandal murah. Di pasar ini, pedagang juga menjual komoditas pakaian, tas, jam tangan, dan aneka aksesori lain.

Enzen, Pengelola Pasar Taman Puring, menjelaskan, pedagang di sana awalnya adalah PKL. Mereka berjualan di taman seluas 5.400 meter persegi. Pada tahun 1983, berdasarkan kebijakan Gubernur DKI Jakarta, sekitar 2.000 meter persegi lokasi Taman Puring dipakai untuk menampung pedagang barang bekas.

Pada 2002, kobaran api menghancurkan bangunan Pasar Taman Puring. Kebakaran memaksa Pemprov DKI Jakarta membangun kembali pasar dengan konsep yang lebih modern. "Kalau dulu kumuh dan kotor, sekarang pedagang bisa berjualan di tempat yang nyaman," kata Enzen, Selasa (14/7).

Saat menyusuri lorong-lorong sempit di pasar, pengunjung dimanjakan beragam pilihan warna, model, dan merek sepatu dan sandal. Kebanyakan adalah sepatu olahraga dengan warna-warna terang benderang. Merek sepatu olahraga terkenal pun tertera jelas di setiap pasang sepatu di kios-kios berukuran 1 x 1,5 meter.

Warna sepatu yang ngejreng menghapus kesan suram suasana pasar. Selain sepatu olahraga, ada pula sepatu untuk kegiatan luar ruang (outdoor) dan sepatu bot berbahan kulit.

Soal mutu, kalau kata anak muda zaman sekarang, sebelas-dua belas dengan sepatu dan sandal yang dijual di pusat perbelanjaan modern. Bedanya, kalau berbelanja di mal harga sepatu yang selangit itu tak bisa ditawar. Sementara kalau berbelanja di Pasar Tampur alias Pasar Taman Puring, ada proses tawar-menawar sehingga rupiah yang dikeluarkan bisa sesuai isi kantong pembeli. Tak perlu segan bertanya, pedagang akan menjelaskan kondisi dan kualitas sepatu.

Murah meriah

Mengapa harga sepatu dan sandal di Pasar Taman Puring bisa murmer alias murah meriah?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X