Gali Motif Lain Pembunuhan, Polisi Periksa Teman Noerbaety

Kompas.com - 24/07/2015, 18:21 WIB
Empat orang pelaku pembunuhan Noerbaety Rofiq (44) saat berada di Mapolres Kota Depok, Selasa (21/7/2015) Kompas.com/Alsadad RudiEmpat orang pelaku pembunuhan Noerbaety Rofiq (44) saat berada di Mapolres Kota Depok, Selasa (21/7/2015)
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih mendalami pemeriksaan kasus Noerbaety (44), wartawati yang dibunuh oleh empat orang pemuda. Salah satunya dengan menggali lebih dalam motif terkait kejahatan tersebut.

"Ada kemungkinan kita lakukan pemeriksaan terhadap teman-teman korban," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Bear Mohammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/7/2015).

Penggalian motif tersebut guna memastikan kasus Noerbaety selesai dengan tuntas. Sehingga tidak ada satu pun hal terlewat dalam kasus perampokan disertai pembunuhan ini. [BacaPembunuh Noerbaety Sempat Terlihat Saat Penemuan Mayat]

"Tim bekerja secepatnya merampungkan kasus ini. Jangan sampai ada info mengambang. Dari alat bukti, keterangan saksi, petunjuk sampai motif murni," kata Iqbal.

Sebelumnya Kepala Kepolisian Resor Depok Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, dari pemeriksaan tersangka, penyidik tidak menemukan adanya kaitan dengan profesi korban sebagai jurnalis. [BacaTetangga Heran, Pembunuh Noerbaety Tak Ambil Perhiasan]

"Dari pemeriksaan tidak ada. Sampai saat ini diproses ke sana tidak ada. Murni pencurian. Karena para tersangka ingin memiliki barang berupa ponsel serta memiliki uang untuk Lebaran," kata Dwiyono, Senin (20/7/2015) lalu.

Seperti diberitakan, Noerbaety dibunuh di rumahnya pada 4 Juli 2015. Namun jenazahnya baru ditemukan pada Sabtu (18/7/2015) oleh keluarganya yang hendak berlebaran. Saat ini semua pelaku pembunuhan sudah diringkus oleh pihak kepolisian.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X