Kompas.com - 25/07/2015, 04:12 WIB
Kondisi bekas bangunan liar di RW 16 Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara yang telah rata dengan tanah pascapembongkaran, Kamis (23/7/2015). KOMPAS.com/Tangguh SRKondisi bekas bangunan liar di RW 16 Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara yang telah rata dengan tanah pascapembongkaran, Kamis (23/7/2015).
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah warga kolong tol Prof Sedyatmo, Pejagalan, Jakarta Utara terus mencari lokasi lain untuk tempat tinggal baru setelah tempat tinggal mereka dibongkar. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah karena berpotensi menimbulkan lokasi liar di tempat lain dan tidak menyelesaikan permasalahan.

Sebelumnya, sekitar 100 bangunan liar di kolong tol ini dibongkar pada Kamis (23/7). Mereka telah tinggal di lokasi ini rata-rata sejak beberapa tahun lalu. Pada Jumat pagi, puluhan warga terlihat mengangkut sisa bangunan yang telah dibongkar petugas Satpol PP. Mereka mengambil kayu, bambu, atau tripleks yang masih bisa digunakan kembali.

"Kayu-kayu ini masih bisa digunakan. Saya sekarang masih cari tempat lain, kalau pun tidak dapat, bahan ini bisa dijual. Lumayan untuk nambah-nambah," kata Didi Mundari (59), salah seorang warga yang terkena pembongkaran.

Ayah tiga anak ini telah tujuh bulan menetap di lokasi ini. Sebuah bangunan yang berdiri di sisi kiri tol dibelinya seharga Rp 2 juta. Sebelumnya, dia mengontrak sebuah gubuk di wilayah Teluk Gong, tak jauh dari lokasi ini.

Di tempat ini, pekerja serabutan ini menetap bersama sekitar 120 keluarga lainnya. Lokasi ini dipilihnya karena murah dan dekat dengan tempatnya mencari nafkah.

Senada dengan Didi, Subedah (52), yang tinggal bersama suami dan dua anaknya, masih bingung mencari tempat tinggal baru. Sebab, di tempat ini dia dekat dengan lokasi penampungan plastik dan barang bekas yang menjadi pekerjaannya sehari-hari.

"Makanya bahan-bahan dikumpulkan dulu. Kalau dapat lokasi, yah dibangun di situ. Kalau mengontrak di Muara Angke, jauh dari sini," ucapnya.

Menurutnya, sebagian besar keluarga di tempat ini memang sebagian telah pindah kontrakan ke wilayah Muara Angke. Kontrakan berupa gubuk di tempat itu memang terkenal murah karena juga berdiri di atas lahan milik pemerintah.

Akan tetapi, tambahnya, warga tidak mempunyai pilihan lain selain mencari tempat yang lebih murah. Apalagi, pekerjaan rata-rata warga adalah pemulung atau pekerja serabutan.

Camat Penjaringan Yani Wahyu Purwoko sebelumnya menyampaikan, masih ada sekitar 400 bangunan lain di bawah kolong tol yang belum ditertibkan. Untuk lokasi yang telah dilakukan penertiban, perlu ada tindakan segera dari stakeholder terkait. (Saiful Rijal Yunus)

___________________________
Artikel ini tayang di Kompas Siang edisi Jumat, 24 Juli 2015. Artikel ini dapat dibaca di tautan ini: Setelah Pembongkaran, Warga Mencari Lokasi Kosong Lain



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Al-Atiq Kampung Melayu dan Sejarah yang Belum Terpecahkan

Masjid Al-Atiq Kampung Melayu dan Sejarah yang Belum Terpecahkan

Megapolitan
UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 206 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 206 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 59 Kasus di Depok, 1.369 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 59 Kasus di Depok, 1.369 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 28 Kasus di Kabupaten Bekasi, 379 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 28 Kasus di Kabupaten Bekasi, 379 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Agenda Sidang Senin: Rizieq Shihab Diperiksa dan Dituntut

Agenda Sidang Senin: Rizieq Shihab Diperiksa dan Dituntut

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jakarta dan Bogor Berpeluang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jakarta dan Bogor Berpeluang Hujan Ringan

Megapolitan
Korsleting Listrik, Toyota Avanza Hangus Terbakar di Otista

Korsleting Listrik, Toyota Avanza Hangus Terbakar di Otista

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Tiba di Indonesia, 1.278 Pekerja Migran Langsung Dikarantina di Wisma Atlet

Tiba di Indonesia, 1.278 Pekerja Migran Langsung Dikarantina di Wisma Atlet

Megapolitan
Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Megapolitan
Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Megapolitan
Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Megapolitan
Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X