Turun, Kejahatan Selama Operasi Ketupat Jaya 2015

Kompas.com - 28/07/2015, 02:34 WIB
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.comKapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Kejahatan selama Operasi Ketupat Jaya tahun ini dari tanggal 10 Juli - 25 Agustus 2015 mengalami penurunan dibanding tahun 2014 lalu. Penurunan tersebut sebesar 11 persen.

Pada tahun 2015, ada 68 kasus kejahatan. Sedangkan pada tahun 2014 yakni sebanyak 74 kasus. Wilayah hukum Polda Metro Jaya yang mengalami tingkat kejahatan paling tinggi yakni di daerah Tangerang Kabupaten sebanyak 65 kasus. Kemudian disusul Jakarta Utara dan Jakarta Barat sebanyak 62 dan 49 kasus.

"Dari segi statistik hampir semua kejahatan menurun," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/7/2015).

Hasil evaluasi Polda Metro Jaya, terlihat kasus pencurian turun 38 persen, dari 98 kasus pada 2015 menjadi 61 kasus. Sementara untuk perampokan dari 14 kasus pada 2014 menjadi 4 kasus atau turun menjadi 71 persen.

Terkait curanmor, ada 61 kasus pada tahun 2014 dan 30 kasus pada 2015 atau turun sebanyak 51 persen.

"Pengamanan rumsong saya kira temen-teman sudah paham, kita sudah punya strategi sendiri termasuk tempat penitipan, peningkatan patroli sehingga kasus-kasus rumsong juga relatif turun," jelas Tito.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X