Di Sekolah Master, Nilai Tes Akselerasi Pengamen Masuk UI Memuaskan

Kompas.com - 29/07/2015, 14:29 WIB
Dzulfikar Akbar Cordova (21) atau yang akrab dipanggil Dodo, pengamen jalanan yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN) 2015. Dodo diterima di Program Studi Ilmu Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia. TribunnewsDzulfikar Akbar Cordova (21) atau yang akrab dipanggil Dodo, pengamen jalanan yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN) 2015. Dodo diterima di Program Studi Ilmu Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

DEPOK, KOMPAS.com — Beratnya hidup yang dijalani Dzulfikar Akbar Cordova alias Dodo sebagai anak jalanan tidak membuat dia menjadi pribadi yang berbeda.

Sejak dulu hingga akhirnya diterima di Program Studi Ilmu Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (UI), Dodo tetap dikenal sebagai pribadi yang beretika dan punya sopan santun.

Hal itu diutarakan Nurrohim, Ketua dan Penggagas Sekolah Master, Depok, Jawa Barat, sekaligus pembimbing Dodo di sekolah tersebut.

Nurrohim menceritakan awal mula dia bertemu dengan Dodo. Saat itu, ada seorang bapak dengan dua anaknya meminta izin untuk menumpang tidur di masjid dekat Sekolah Master.


"Ada bapak dan dua anak. Saya tanya, 'Bapak dari mana?' Bapak itu bilang, dia dari masjid ke masjid, numpang. Dia mohon izin tidur di sana karena belum ada duit buat kontrak rumah, baru cukup buat makan dia dan dua anaknya itu," kata Nurrohim kepada Kompas.com, Rabu (29/7/2015).

Saat itu, Nurrohim melihat pria dengan dua anaknya itu rajin mencari uang. Pria tersebut bekerja sebagai pedagang asongan. Sesekali, dia juga menjajakan roti di depan masjid yang dia tumpangi. Sementara itu, kedua anaknya mengamen di sekitar masjid tersebut.

Dodo adalah anak pertama dari pria tersebut. Adik Dodo, yang juga laki-laki, pun sering menemani Dodo mengamen.

Setelah berbincang-bincang, Nurrohim memperkenalkan diri sebagai pendiri di Sekolah Master. Tanpa disangka, ternyata Dodo memang telah mengincar untuk bisa masuk di Sekolah Master sebelum bertemu dengan Nurrohim.

"Kebetulan Master kan sering ditayangin di TV, di media. Dodo bilang, dia tahu Master dari TV dan koran. Karena saya penasaran juga sama Dodonya, saya tanya-tanya dia juga," tutur Nurrohim.

Melihat keinginan Dodo yang besar untuk bersekolah dan semangat ayahnya yang tidak mau membiarkan anaknya putus sekolah, Nurrohim langsung memasukkan Dodo dan adiknya ke Sekolah Master.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bekasi, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bekasi, Tak Berpotensi Tsunami

Megapolitan
Begini Cara Pembuatan SIM Berbasis E-Drives di Satpas SIM Daan Mogot

Begini Cara Pembuatan SIM Berbasis E-Drives di Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
DPRD DKI Pangkas Jumlah Anggota TGUPP, Ini Komentar Anies

DPRD DKI Pangkas Jumlah Anggota TGUPP, Ini Komentar Anies

Megapolitan
Dua Tentara Korban Ledakan Monas Masih Dirawat di RSPAD

Dua Tentara Korban Ledakan Monas Masih Dirawat di RSPAD

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Kembalikan Gaji

Ketua DPRD DKI Minta Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Kembalikan Gaji

Megapolitan
BPOM Gerebek Gudang Berisi Ratusan Ribu Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal di Tanjung Priok

BPOM Gerebek Gudang Berisi Ratusan Ribu Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal di Tanjung Priok

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 14 Pos Kesehatan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 14 Pos Kesehatan

Megapolitan
Jelang Libur Akhir Tahun, KKP Bandara Soetta Waspadai Penyebaran Penyakit Menular

Jelang Libur Akhir Tahun, KKP Bandara Soetta Waspadai Penyebaran Penyakit Menular

Megapolitan
Ustaz Beben Tewas dalam Kecelakaan Saat Menghindari Jalanan Berlubang di GDC Depok

Ustaz Beben Tewas dalam Kecelakaan Saat Menghindari Jalanan Berlubang di GDC Depok

Megapolitan
Korsleting Listrik, Mobil Peugeot Terbakar di Depan Plaza Senayan

Korsleting Listrik, Mobil Peugeot Terbakar di Depan Plaza Senayan

Megapolitan
Rawannya Bangunan Retak dan Tanah Longsor di Tangsel Saat Pergantian Musim...

Rawannya Bangunan Retak dan Tanah Longsor di Tangsel Saat Pergantian Musim...

Megapolitan
Hotel Bintang Lima di Epicentrum Tunggak Pajak Rp 2,9 Miliar

Hotel Bintang Lima di Epicentrum Tunggak Pajak Rp 2,9 Miliar

Megapolitan
Begal di Bekasi Bacok Tangan Korban hingga Nyaris Putus

Begal di Bekasi Bacok Tangan Korban hingga Nyaris Putus

Megapolitan
Yuk, Main Permainan Khas Betawi di Taman Tomang Rawa Kepa!

Yuk, Main Permainan Khas Betawi di Taman Tomang Rawa Kepa!

Megapolitan
Bus Apron Terbakar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Bus Apron Terbakar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X