Kompas.com - 30/07/2015, 16:29 WIB
Jakarta Book and Edu Fair 2015 diselenggarakan mulai 27 Juli-3 Agustus 2015 di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaJakarta Book and Edu Fair 2015 diselenggarakan mulai 27 Juli-3 Agustus 2015 di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Penerbit buku yang menjadi peserta pameran di Jakarta Book & Education Fair (JakBook & Edu Fair) mengaku, jumlah pengunjung pameran kali ini turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Padahal, arena pameran yang berlokasi di Plaza Parkir Timur Senayan hingga hari keempat pelaksanaannya ini terus disesaki penerima dana bantuan sosial Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang hendak membelanjakan uangnya.

Supervisor Sales PT Tiga Serangkai International, Dodi, yang dijumpai dalam pameran, mengeluhkan bahwa banyaknya penerima KJP yang datang tidak berimbas pada naiknya jumlah pengunjung dan transaksi di stan Tiga Serangkai.

"Memang kalau kita lihat, pengunjung banyak, tetapi hampir 100 persen menyerbu alat tulis dan perlengkapan sekolah, sedangkan yang datang ke stan buku tidak ada," keluhnya kepada Warta Kota, Kamis (30/7/2015).

Dodi juga mengatakan, jika ada penerima KJP yang datang ke stannya, mereka biasanya membelanjakan uang sisa-sisa KJP seusai membelanjakan peralatan sekolah. Selain itu, pengunjung rutin JakBook & Edu Fair kemungkinan besar justru enggan datang ke pameran yang pelaksanaannya juga diperuntukkan bagi penerima KJP itu.

"Biasanya pada hari keempat sudah mulai kelihatan, pengunjung reguler kami yang memang menunggu event ini. Kalau sekarang, mungkin orang malas datang karena saking crowded-nya," ujarnya.

Dodi mengatakan, diskon besar-besaran yang diberikan pun tidak cukup mampu menarik pengunjung ke pameran tersebut. Misalnya, diskon diberikan sebesar 20-30 persen untuk buku-buku baru. Sementara itu, buku terbitan sebelum 2012 diberi diskon hingga 50 persen.

Senada, penanggung jawab stan penerbit Serambi, Robih, menyebutkan bahwa jumlah pengunjungnya turun drastis dibandingkan tahun lalu.

"Kami untuk pameran ini ditarget ratusan juta, tetapi enggak tahu ini bisa mencapainya atau tidak. Sekarang bisa dilihat sendiri, JakBook Fair sepi banget," ujarnya.

Salah satu pengunjung JakBook & Edu Fair yang bukan penerima KJP, Wati (25), mengaku tertarik datang karena diskon yang diberikan penerbit cukup besar. Sayangnya, perempuan yang baru memborong beberapa buku itu juga mengeluhkan ketidaknyamanannya dalam memilih buku-buku bacaan.

"Kalau ramai banget kan malah jadi susah ya untuk pilih buku. Padahal, biasanya orang sudah menunggu-nunggu untuk bisa beli buku dengan diskon yang cukup besar," ujarnya.

Wati pun mengungkapkan, dari tiga buku novel yang ia beli, dirinya berhasil mendapatkan potongan harga lebih dari Rp 40.000. Dengan begitu, total harga buku yang seharusnya semula Rp 200.000 pun hanya dibayarkan dengan Rp 160.000.

Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta Afrizal Sinaro tidak menampik bahwa banyak keluhan datang dari penerbit yang mengikuti pameran. Pasalnya, pada pameran-pameran buku sebelumnya, para pengunjung yang datang adalah mereka yang memang telah menunggu perhelatan tersebut selama satu tahun.

"Pengunjung tetap kami biasanya 350.000 orang. Sekarang dengan menerima pemegang KJP, pengunjung kami bertambah 489.000 orang. Akan tetapi, penerbit mengeluhkan stannya sepi," ujarnya.

Afrizal membenarkan, sebagian besar pengunjung memang lebih memilih membeli perlengkapan sekolah ketimbang buku. Pemilik penerbit buku Islam Al Mawardi itu pun menjelaskan, karakteristik pengunjung reguler JakBook & Edu Fair dengan pengunjung penerima KJP cukup berbeda.

Pengunjung reguler cenderung lebih senang memilih buku dan berlama-lama. Mereka juga datang sendiri karena tujuannya memang ingin membeli buku. Sementara itu, penerima KJP datang bersama dengan keluarga atau para tetangga. Hal inilah yang membuat arena pameran menjadi lebih ramai dan disesaki oleh ribuan orang. (Agustin Setyo Wardani)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Rusak di Kaliabang Bekasi Belum Diperbaiki karena Anggaran Diprioritaskan untuk Covid-19

Jalan Rusak di Kaliabang Bekasi Belum Diperbaiki karena Anggaran Diprioritaskan untuk Covid-19

Megapolitan
Transmisi Lokal Omicron di Jakarta Meningkat, Wagub: Sekarang di Antara Kita Sudah Saling Menularkan...

Transmisi Lokal Omicron di Jakarta Meningkat, Wagub: Sekarang di Antara Kita Sudah Saling Menularkan...

Megapolitan
BOR di Jakarta Naik Lagi Jadi 54 Persen, Wagub: Perhatian Nih!

BOR di Jakarta Naik Lagi Jadi 54 Persen, Wagub: Perhatian Nih!

Megapolitan
Kebakaran Landa Empat Rumah di Tebet, Tiga Orang Ditemukan Tewas di Antara Puing

Kebakaran Landa Empat Rumah di Tebet, Tiga Orang Ditemukan Tewas di Antara Puing

Megapolitan
Amankan 18 WNA Saat Razia di Apartemen Gading Nias, Imigrasi: Banyak yang Sembunyi di Kamar

Amankan 18 WNA Saat Razia di Apartemen Gading Nias, Imigrasi: Banyak yang Sembunyi di Kamar

Megapolitan
Cerita Pedagang Ikan Bandeng Tahunan di Rawa Belong, Cari Rezeki di Balik Tradisi

Cerita Pedagang Ikan Bandeng Tahunan di Rawa Belong, Cari Rezeki di Balik Tradisi

Megapolitan
Ketika Kasus Jambret Ditabrak Korban di Tebet Viral Kembali, Penabrak Dituduh Playing Victim, Langsung Dibantah Polisi

Ketika Kasus Jambret Ditabrak Korban di Tebet Viral Kembali, Penabrak Dituduh Playing Victim, Langsung Dibantah Polisi

Megapolitan
Undang Khaerun Pramudi Transjakarta yang Gagalkan Aksi Bunuh Diri ke Balai Kota, Anies: Bapak Teladan bagi Kita Semua

Undang Khaerun Pramudi Transjakarta yang Gagalkan Aksi Bunuh Diri ke Balai Kota, Anies: Bapak Teladan bagi Kita Semua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 662 dalam Sehari

UPDATE 28 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 662 dalam Sehari

Megapolitan
Aksi Heroik Khaerun Gagalkan Percobaan Bunuh Diri, Tindakan Spontan yang Selamatkan Satu Nyawa

Aksi Heroik Khaerun Gagalkan Percobaan Bunuh Diri, Tindakan Spontan yang Selamatkan Satu Nyawa

Megapolitan
Sampah Berjejer di Tengah Jalan Raden Patah Tangerang, Warga: Orang Sambil Lewat, Sambil Buang...

Sampah Berjejer di Tengah Jalan Raden Patah Tangerang, Warga: Orang Sambil Lewat, Sambil Buang...

Megapolitan
Gerak Cepat Pemkot Tangerang, Batalkan PTM 100 Persen Saat Kasus Covid-19 Melonjak

Gerak Cepat Pemkot Tangerang, Batalkan PTM 100 Persen Saat Kasus Covid-19 Melonjak

Megapolitan
Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.