Dekat Pilkada, Ahok Buat KJP Tidak Bisa Tarik Tunai Satu Sen Pun

Kompas.com - 31/07/2015, 15:00 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Dewi Prawitasari dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama seusai melakukan sidak makanan di Pusat Jajanan Benhil, Jakarta, Sabtu (27/6/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana membuat pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) tak lagi bisa mengambil uang tunai. Hal itu dilakukannya pada saat dekat-dekat pilkada.

"Saya malah tahun depan, dekat-dekat pemilu nih, satu sen pun, warga tidak boleh tarik tunai KJP," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (31/7/2015).

"Dulu, KJP sekalinya keluar langsung ditarik semua uangnya sama orang tuanya nih. Sekarang sudah tidak bisa tarik tunai, semuanya marah-marah deh tuh orang tuanya. Terus mereka bilangnya duitnya kosong," ujarnya.

Saat ini, dia telah membuat sistem baru pembatasan tarik tunai KJP yakni bagi siswa SD hanya bisa tarik tunai Rp 50.000 tiap dua minggu dan bagi siswa SMP serta SMA bisa tarik tunai Rp 50.000 tiap satu minggu.


Jika pemegang KJP sudah menarik tunai Rp 50.000 dalam waktu yang ditentukan, keesokan harinya mereka sudah tidak bisa menarik tunai dana KJP nya kembali.

Dia membantah Pemprov DKI kurang memberikan sosialisasi dalam hal pencairan dana KJP. Banyaknya warga atau orangtua murid yang mengantre mencairkan dana KJP tersebut, kata Basuki, merupakan orangtua yang memang berniat menyalahgunakan simpanan tabungan anak-anaknya. 

"Saya sih diemin aja, ngapain sosialisasi lagi? Nanti malah ribut lagi dari awal. Kalau saya bilang ke mereka, dari awal KJP enggak bisa ditarik kontan, waah pasti mereka sudah demo. Paling bahaya lagi kalau ada sekelompok orang yang tidak puas dan menghasut orang, bahaya itu, makanya saya diemin," kata Basuki. 

Menurut dia, banyak pula orangtua murid serta pemegang KJP yang sudah mulai mengerti penggunaan secara non-tunai. Buktinya, kata Basuki, transaksi KJP di toko buku besar di Jakarta mencapai Rp 8 miliar.

Artinya, sebagian pemegang KJP yang belum mengerti mekanisme penggunaan untuk belajar dengan pemegang KJP yang sudah membelanjakan dananya. Bahkan, Basuki telah menginstruksikan Bank DKI untuk bisa menempatkan mesin EDC atau debet di Pasar Mangga Dua atau Pasar Asemka.

"Kalau kemarin saya sudah bilang ke warga kalau KJP tidak bisa ditarik tunai, pasti ada sekelompok orang atau oknum yang mempengaruhi dan program saya jadi berantakan. Tapi kalau sekarang, oknum kecil ini tidak bisa memprovokasi karena sebagian besar orang menikmati belanja dengan KJP," kata Basuki.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorAna Shofiana Syatiri
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Melihat Keseruan Lomba Panjat Pinang di Kanal Banjir Timur...

Melihat Keseruan Lomba Panjat Pinang di Kanal Banjir Timur...

Megapolitan
Napak Tilas Sejarah Indonesia Lewat Penjara Bawah Tanah di Museum Sejarah Jakarta

Napak Tilas Sejarah Indonesia Lewat Penjara Bawah Tanah di Museum Sejarah Jakarta

Megapolitan
HUT ke-74 RI, Panjat Pinang Hingga Penampilan Band di KBT Festival

HUT ke-74 RI, Panjat Pinang Hingga Penampilan Band di KBT Festival

Megapolitan
Pawai Warga Sebabkan Lalu Lintas Tersendat di Jalan Jenderal Soekanto, Pondok Kopi

Pawai Warga Sebabkan Lalu Lintas Tersendat di Jalan Jenderal Soekanto, Pondok Kopi

Megapolitan
Bawa Sabu dan Berusaha Kabur, Seorang Wanita Ditangkap Polisi di Cibubur

Bawa Sabu dan Berusaha Kabur, Seorang Wanita Ditangkap Polisi di Cibubur

Megapolitan
Wartawan Diduga Diintimidasi, Polda Metro Jaya Persilakan Lapor ke Propam

Wartawan Diduga Diintimidasi, Polda Metro Jaya Persilakan Lapor ke Propam

Megapolitan
Pembangunan 53 Taman Maju Bersama Ditargetkan Rampung Akhir 2019

Pembangunan 53 Taman Maju Bersama Ditargetkan Rampung Akhir 2019

Megapolitan
Kendalikan Polusi Udara di DKI, Anies Tanam 100.000 Bougenville

Kendalikan Polusi Udara di DKI, Anies Tanam 100.000 Bougenville

Megapolitan
BMKG: Sepanjang Hari ini DKI Cerah Berawan, Kota Tangerang Cerah

BMKG: Sepanjang Hari ini DKI Cerah Berawan, Kota Tangerang Cerah

Megapolitan
Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Megapolitan
Jatuh Bangun Hardiyanto Kenneth, Minoritas yang Dapat Kepercayaan Jadi Anggota Baru DPRD DKI

Jatuh Bangun Hardiyanto Kenneth, Minoritas yang Dapat Kepercayaan Jadi Anggota Baru DPRD DKI

Megapolitan
Anies Baswedan Terima Penghargaan dari Purna Paskibraka DKI Jakarta

Anies Baswedan Terima Penghargaan dari Purna Paskibraka DKI Jakarta

Megapolitan
Bersamaan dengan Jakarta Fair, Formula E Direncanakan Digelar Juni 2020

Bersamaan dengan Jakarta Fair, Formula E Direncanakan Digelar Juni 2020

Megapolitan
Kisah Penjual Bendera di Tangsel, Berjualan Demi Lihat Merah Putih Berkibar...

Kisah Penjual Bendera di Tangsel, Berjualan Demi Lihat Merah Putih Berkibar...

Megapolitan
Wali Kota Airin: Perjuangan yang Kita Hadapi Saat Ini Berbeda...

Wali Kota Airin: Perjuangan yang Kita Hadapi Saat Ini Berbeda...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X