Kompas.com - 01/08/2015, 12:51 WIB
Jakarta Book and Edu Fair 2015 diselenggarakan mulai 27 Juli-3 Agustus 2015 di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaJakarta Book and Edu Fair 2015 diselenggarakan mulai 27 Juli-3 Agustus 2015 di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Peserta festival Jak Book and Edu Fair 2015 mengeluhkan sepinya pengunjung acara tersebut selama beberapa hari terakhir. Mereka menilai sepinya pengunjung disebabkan aksi marah-marah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Senin (27/7/2015) lalu.

Perwakilan peserta, Guntoro mengatakan, sepinya pengunjung berdampak terhadap minimnya pemasukan yang mereka terima. Padahal ia mengaku sudah mengeluarkan investasi yang besar untuk mengikuti acara tersebut. [Baca: Marah-marah di Jakarta Book Fair, Ahok Dapat Tepuk Tangan Meriah]

"Saya sudah mengeluarkan dana yang besar untuk tenaga pemasaran maupun gudang. Tapi omzet yang didapat tidak bisa menutupi pengeluaran," kata dia di arena Jak Book and Edu Fair 2015, di Istora Senayan, Sabtu (1/8/2015).

Guntoro menilai kalaupun dari awal Ahok ingin menindak peserta yang nakal, harusnya tidak dengan melontarkan pernyataan yang memojokkan penyelenggaraan Jak Book and Edu Fair 2015 secara umum. Sebab hal tersebut berdampak terhadap keseluruhan peserta.

Padahal, kata dia, sebagian besar peserta di Jak Book and Edu Fair 2015 adalah pengusaha yang memang sedari awal membanderol barang-barangnya dengan harga yang murah dibanding harga yang ada di pasaran. [Baca: Harga Mahal, Ahok Imbau Warga Tak Beli Peralatan Sekolah di Jakarta Book Fair]

Guntoro sendiri merupakan pengusaha tas. Selama penyelenggaraan Jak Book and Edu Fair 2015, ia mengaku membanderol barangnya hanya seharga Rp 60.000. Padahal di pasaran barang tersebut dijual seharga Rp 100.000.

"Membandingkannya jangan dengan harga yang ada di grosir, tapi dengan harga yang ada di pasaran. Seperti di retail. Harga yang ada di sini adalah harga terbaik," ujar Guntoro.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun hanya bisa berharap di tiga hari sisa penyelenggaraan Jak Book and Edu Fair 2015 ini, banyak pengunjung yang datang. "Pameran ini murah dari awal kok. Karena kami memang dari awal memberikan harga terbaik pada pemilik kartu KJP. Karena itu kami berharap syukur-syukur masyarakat bisa kembali lagi," ucap dia.

Salah seorang pengunjung yang ditemui Kompas.com, Nuraini, menilai harga barang-barang yang ia beli di Jak Book and Edu Fair 2015 tidak mahal. Ia membenarkan bahwa peralatan sekolah yang ia beli lebih murah dibanding dengan yang ada di pasar.

"Enggak mahal kok. Biasa aja. Malah ini saya beli buku tulis sama baju sekolah buat anak saya lebih murah dibanding yang ada di luar," ujar warga Ragunan, Jakarta Selatan ini.

Jak Book and Edu Fair 2015 dimulai pada 27 Juli. Acara ini rencananya akan berlangsung hingga 3 Agustus 2015.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Megapolitan
Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Megapolitan
Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Megapolitan
Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Megapolitan
Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Megapolitan
Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 95 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 95 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Wagub DKI: Jakarta Segera Merespons Penurunan Biaya Tes PCR Jadi Rp 275.000

Wagub DKI: Jakarta Segera Merespons Penurunan Biaya Tes PCR Jadi Rp 275.000

Megapolitan
Lantik Akhmad Marjuki Jadi Wakil Bupati Bekasi, Ridwan Kamil Minta Jaga Integritas

Lantik Akhmad Marjuki Jadi Wakil Bupati Bekasi, Ridwan Kamil Minta Jaga Integritas

Megapolitan
Warga Perumahan di Tangerang Protes Pemetaan Google Street View: Petugas Pakai Surat Endorse

Warga Perumahan di Tangerang Protes Pemetaan Google Street View: Petugas Pakai Surat Endorse

Megapolitan
Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir di 30 Titik Rawan Terendam

Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir di 30 Titik Rawan Terendam

Megapolitan
Operasi Pangan Murah, 80 Warga Kelapa Gading Beli Sembako Setengah Harga

Operasi Pangan Murah, 80 Warga Kelapa Gading Beli Sembako Setengah Harga

Megapolitan
UI dan PBNU Teken Kerja Sama, Said Aqil: Saya Khawatir Radikalisme Tumbuh Subur di Kampus

UI dan PBNU Teken Kerja Sama, Said Aqil: Saya Khawatir Radikalisme Tumbuh Subur di Kampus

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Tertimpa Penumpang Lainnya yang Berhamburan di Lantai

Cerita Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Tertimpa Penumpang Lainnya yang Berhamburan di Lantai

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Cari Ponselnya yang Terlempar, Ketemu di Polda Metro

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Cari Ponselnya yang Terlempar, Ketemu di Polda Metro

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.