Ahok Heran, Sertifikat Tanah Warga Bertuliskan "Akta Jual Beli Bangunan di Atas Lahan Pemerintah"

Kompas.com - 05/08/2015, 13:22 WIB
Warga Kampung Pulo melakukan unjuk rasa terkait kabar relokasi untuk normalisasi sungai Ciliwung. Senin (1/9/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusWarga Kampung Pulo melakukan unjuk rasa terkait kabar relokasi untuk normalisasi sungai Ciliwung. Senin (1/9/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak akan memberi uang kerahiman kepada warga Kampung Pulo, Jakarta Timur. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, hanya akan memberikan unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sebagai tempat relokasi.

Rusunawa yang dipersiapkan adalah Rusunawa Jatinegara Barat yang terletak di Kompleks Suku Dinas Teknis Jakarta Timur. 

"Saya sudah tegaskan, sekarang yang 527 kavling di sana, kalau bukan tanahnya mereka, ya mereka harus tinggal di rusun. Tidak ada ganti uang kerahiman apa pun," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2015). 

Sementara itu, jika warga bisa membuktikan sertifikat kepemilikan lahan, Pemprov DKI akan memberi ganti rugi. Ganti rugi yang ditawarkan ialah dengan pemberian 1,5 kali lahan ditukar dengan unit rusun. Namun, hingga saat ini, belum ada warga yang mampu menunjukkan sertifikat tersebut.

Beberapa warga, kata dia, sempat menunjukkan sertifikat lahan kepadanya. Namun, di dalam sertifikat tersebut, tertulis pembelian lahan di atas lahan negara. Warga yang menunjukkan sertifikat itu, kata Basuki, bersikeras menuntut ganti rugi yang dijanjikan Basuki.

"Mereka ngotot punya sertifikat, saya bilang, 'Mana sertifikatnya?' Mereka tunjukkan akta jual beli judulnya apa? Tulisannya, 'akta jual beli bangunan di atas lahan pemerintah'," kata Basuki.  
Meski demikian, lanjut Basuki, warga Kampung Pulo sepakat tidak ingin kawasan mereka terendam banjir kembali. Namun, masih ada segelintir oknum yang memanfaatkan situasi dan memengaruhi warga untuk menolak direlokasi. Selain itu, sebagian warga meminta lokasi relokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya kini.

"Kami kan sudah bangun rusun di kantor bekas Sudin Pekerjaan Umum (PU). Tapi, ada sebagian warga enggak mau. Kalau enggak mau, ya tetap kami gusur rumahnya," kata Basuki.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maling Motor di Ciputat Tewas Setelah Dikeroyok Warga

Maling Motor di Ciputat Tewas Setelah Dikeroyok Warga

Megapolitan
Ombudsman Buka Kemungkinan Periksa Anies dan Pratikno soal Dugaan Maladministrasi Formula E di Monas

Ombudsman Buka Kemungkinan Periksa Anies dan Pratikno soal Dugaan Maladministrasi Formula E di Monas

Megapolitan
Dipergoki Saat Beraksi, Maling Motor di Ciputat Babak Belur Dihakimi Warga

Dipergoki Saat Beraksi, Maling Motor di Ciputat Babak Belur Dihakimi Warga

Megapolitan
Pengelola Incar Guru Non-PNS untuk Isi Rusun DP Rp 0 Klapa Village

Pengelola Incar Guru Non-PNS untuk Isi Rusun DP Rp 0 Klapa Village

Megapolitan
Dari 780, Baru 90 Unit di Rusun DP Rp 0 Klapa Village yang Sudah Dihuni

Dari 780, Baru 90 Unit di Rusun DP Rp 0 Klapa Village yang Sudah Dihuni

Megapolitan
Buntut Larangan Arab Saudi, Kerugian Penyelenggara Umrah Diperkirakan Capai Rp 2,5 Triliun

Buntut Larangan Arab Saudi, Kerugian Penyelenggara Umrah Diperkirakan Capai Rp 2,5 Triliun

Megapolitan
Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

Megapolitan
Anies Minta Dinkes DKI Sediakan Alat Lengkap untuk Hadapi Corona

Anies Minta Dinkes DKI Sediakan Alat Lengkap untuk Hadapi Corona

Megapolitan
Keluarkan Instruksi, Anies Minta Sosialisasi Corona Disebar ke Sekolah hingga Tempat Wisata

Keluarkan Instruksi, Anies Minta Sosialisasi Corona Disebar ke Sekolah hingga Tempat Wisata

Megapolitan
Anies Keluarkan Ingub Waspada Corona untuk Jajaran Pemprov dan Masyarakat

Anies Keluarkan Ingub Waspada Corona untuk Jajaran Pemprov dan Masyarakat

Megapolitan
Akibat Banjir, 495 Jalan di Jakarta Rusan dan 3.290 Titik Berlubang

Akibat Banjir, 495 Jalan di Jakarta Rusan dan 3.290 Titik Berlubang

Megapolitan
Viral Penumpang Tag Kursi KRL, PT KCI Ingatkan Pentingnya Etika dan Toleransi di Kereta

Viral Penumpang Tag Kursi KRL, PT KCI Ingatkan Pentingnya Etika dan Toleransi di Kereta

Megapolitan
Mahasiswi UI Dilecehkan di Lingkungan Kampus, Ini Respons Rektor Ari Kuncoro

Mahasiswi UI Dilecehkan di Lingkungan Kampus, Ini Respons Rektor Ari Kuncoro

Megapolitan
Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Tambora Diduga Korban Tenggelam

Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Tambora Diduga Korban Tenggelam

Megapolitan
Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X