Kompas.com - 06/08/2015, 09:22 WIB
Christopher Daniel Sjarief, terdakwa penyebab kecelakaan maut yang menewaskan empat orang di Jalan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2015) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Oleh Jaksa penuntut umum (JPU), pria itu dituntut hukuman penjara 2 tahun enam bulan. Kompas.com/Unoviana KartikaChristopher Daniel Sjarief, terdakwa penyebab kecelakaan maut yang menewaskan empat orang di Jalan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2015) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Oleh Jaksa penuntut umum (JPU), pria itu dituntut hukuman penjara 2 tahun enam bulan.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Christopher Daniel Sjarief, terdakwa penyebab kecelakaan maut yang menewaskan empat orang di Jalan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dituntut 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider 1 tahun penjara. Tuntutan ini dinilai terlalu ringan.

Menurut pakar pidana Universitas Indonesia Chudry Sitompul, tuntutan jaksa kepada Christopher terlalu ringan karena pria itu telah terbukti mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi yakni 131 kilometer per jam. Apalagi dia terbukti tidak berupaya menginjak rem saat terjadinya kecelakaan.

"Kasus Christopher harusnya bisa dijadikan pelajaran masyarakat bahwa perilaku mengemudi seperti itu buruk dan tidak patut dicontoh," kata dia saat dihubungi, Rabu (5/8/2015).

Ia menilai, tuntutan yang terlalu ringan kepada Christopher tidak memberi pendidikan perilaku mengemudi yang baik untuk masyarakat. Hal itu juga dinilai tidak memberi rasa keadilan kepada keluarga korban.

Chudry mengatakan, dalam kasus serupa, seperti kasus kecelakaan Daihatsu Xenia di Tugu Tani 22 Januari 2012 lalu, terdakwanya yakni Afriyani dihukum cukup lama yaitu 15 tahun. Afriyani diketahui menewaskan sembilan orang dalam aksinya.

Sementara Christopher pada 20 Januari 2015 lalu mengendarai mobil Outlander Sport milik temannya Muhammad Ali. Namun, ketika mengemudi dengan kecepatan tinggi, pria itu lepas kendali dan menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Iskandar Muda.

Insiden itu menewaskan empat orang. Jaksa menuntut Christopher dengan Pasal 310 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Padahal hukuman maksimal untuk pasal tersebut totalnya 11 tahun penjara.

"Jangan sampai masyarakat berpikiran karena Christopher berasal dari keluarga yang cukup berada, hukumannya bisa ringan," kata Chudry.

Sementara itu, kuasa hukun Christopher, Yanti, mengaku keberatan dengan tuntutan jaksa. Sebab, pihaknya telah meminta maaf dan menyantuni para korban, sehingga seharusnya tuntutannya lebih ringan.

"Keberatan ya, karena seluruh korban sudah kita beri santunan dan para korban sudah memafkan terdakwa," ucap Yanti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah Dianiaya Teman di Serpong, Korban Dituding Pelaku sebagai Penyebab Kekalahan Game Online

Bocah Dianiaya Teman di Serpong, Korban Dituding Pelaku sebagai Penyebab Kekalahan Game Online

Megapolitan
4 Kecamatan di Jakarta Pusat Ini Paling Banyak Ditemukan Parkir Liar

4 Kecamatan di Jakarta Pusat Ini Paling Banyak Ditemukan Parkir Liar

Megapolitan
16 Hari Jelang Ajang Formula E, Begini Progres Pembangunan Sirkuit di Ancol

16 Hari Jelang Ajang Formula E, Begini Progres Pembangunan Sirkuit di Ancol

Megapolitan
Pemprov DKI Skrining Ibu Hamil untuk Cegah Kasus Hepatitis Misterius

Pemprov DKI Skrining Ibu Hamil untuk Cegah Kasus Hepatitis Misterius

Megapolitan
Mobil Dilempar Batu oleh Pemotor di Kebayoran Lama, Pengemudi: Tak Ada Senggolan Sebelumnya

Mobil Dilempar Batu oleh Pemotor di Kebayoran Lama, Pengemudi: Tak Ada Senggolan Sebelumnya

Megapolitan
Tindak Lanjut Kasus 2 Mobil Dilempari Batu di Kebayoran Lama, Polisi Bakal Tingkatkan Patroli

Tindak Lanjut Kasus 2 Mobil Dilempari Batu di Kebayoran Lama, Polisi Bakal Tingkatkan Patroli

Megapolitan
Tepergok Sedang Beraksi, Pencuri Gilingan Tebu di Gambir Nekat Menceburkan Diri ke Kali

Tepergok Sedang Beraksi, Pencuri Gilingan Tebu di Gambir Nekat Menceburkan Diri ke Kali

Megapolitan
Dishub Depok Ambil Sejumlah Langkah untuk Antisipasi Kemacetan Imbas Pembangunan Underpass Jalan Dewi Sartika

Dishub Depok Ambil Sejumlah Langkah untuk Antisipasi Kemacetan Imbas Pembangunan Underpass Jalan Dewi Sartika

Megapolitan
Perempuan Tewas Terlindas Truk Kontainer di Koja, Saat Kejadian Tengah Membonceng Anaknya

Perempuan Tewas Terlindas Truk Kontainer di Koja, Saat Kejadian Tengah Membonceng Anaknya

Megapolitan
Polisi Identifikasi Pelaku yang Lempar 2 Mobil dengan Batu di Kebayoran Lama

Polisi Identifikasi Pelaku yang Lempar 2 Mobil dengan Batu di Kebayoran Lama

Megapolitan
Wali Kota Jakarta Utara Berharap Kios 'Mama is My Hero' Bantu Para Ibu Tulang Punggung Keluarga

Wali Kota Jakarta Utara Berharap Kios "Mama is My Hero" Bantu Para Ibu Tulang Punggung Keluarga

Megapolitan
Kedubes Belarus Terima Teror Bom, Polisi Selidiki dan Ini Hasilnya...

Kedubes Belarus Terima Teror Bom, Polisi Selidiki dan Ini Hasilnya...

Megapolitan
Belakang Kantor Wali Kota Jakarta Timur Jadi Lokasi Pembuangan Tinja Ilegal

Belakang Kantor Wali Kota Jakarta Timur Jadi Lokasi Pembuangan Tinja Ilegal

Megapolitan
Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Megapolitan
Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.