Mobil Polisi Ini Terobos Area "Car Free Day"

Kompas.com - 09/08/2015, 09:15 WIB
Sebuah mobil dinas polisi yang menerobos area kawasan larangan kendaraan bermotor atau car free day di Jalan MH Thamrin, Minggu (9/7/2015) pagi. Kompas.com/Alsadad RudiSebuah mobil dinas polisi yang menerobos area kawasan larangan kendaraan bermotor atau car free day di Jalan MH Thamrin, Minggu (9/7/2015) pagi.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah mobil dinas polisi menerobos area kawasan larangan kendaraan bermotor atau car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (9/8/2015) sekitar pukul 08.00.

Berdasarkan warna yang digunakan, kemungkinan besar mobil berpelat nomor kendaraan 15767-VII itu milik Satuan Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Metro Jaya.

Pantauan Kompas.com, aksi pelanggaran ini diawali saat mobil melintas di jalan sekitar Wisma Nusantara. Mobil berjenis sedan itu tampak berusaha ingin memutar balik di sisi utara Bundaran HI.

Setelah berhasil memutar balik, sedan bermerek Mitsubishi Lancer ini kemudian melintas di Jalan MH Thamrin yang mengarah ke Sarinah. Terlihat mobil beberapa kali membunyikan klakson penanda agar warga para pejalan kaki dan pengguna sepeda yang ada di lokasi menepi.


Bila merunut pada rambu-rambu lalu lintas yang berlaku, arah putar balik mobil polisi ini pun sebenarnya menyalahi aturan dan dapat digolongkan melawan arus. Sebab, sisi utara Bundaran HI sebenarnya diperuntukkan kendaraan yang datang dari arah Jalan Sudirman.

Sebagai informasi, setiap hari Minggu kawasan larangan kendaraan bermotor atau car free day diberlakukan di Jalan Sudirman, MH Thamrin, dan Medan Merdeka Barat, tak terkecuali di kawasan Bundaran HI. Peraturan ini berlaku dari pukul 06.00-11.00.

Pada waktu tersebut, semua kendaaraan bermotor untuk sementara dilarang melintas. Namun, pengecualian diberikan pada bus-bus transjakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X