Kompas.com - 10/08/2015, 16:20 WIB
Presiden Joko Widodo, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, dan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi saat meninjau Kali Tunjungan, Jakarta Utara, Rabu (18/2/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPresiden Joko Widodo, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, dan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi saat meninjau Kali Tunjungan, Jakarta Utara, Rabu (18/2/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyarankan Presiden Joko Widodo membuka keran impor daging sapi khusus untuk operasi pasar.

Berdasarkan hukum dagang, jika permintaan lebih tinggi dibanding penawaran, harganya akan naik. Sebab, di sisi lain, Indonesia belum mampu swasembada daging. 

"Pertanyaan saya, lokal ada sapi enggak? Sapi lokal pun belum tentu kami jual. Kalau sapi di rumah saya, Anda hitung, dikira bisa dipotong. Kalau saya enggak mau jual, itu kan jadi masalah. Saya sendiri punya sapi, jujur saja, kalau nanti disensus, sapi saya masuk, padahal saya enggak mau potong itu sapi, kan jadi masalah," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/8/2015). 

"Saya kira mesti jelas. Itu saja saran saya, harus buka keran impor khusus untuk operasi pasar. Jadi, kami sudah tentuin harga mana yang wajar," kata Basuki melanjutkan. 

Di dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar Senin pagi tadi, Basuki mengaku telah menginstruksikan PD Dharmajaya untuk mengajukan surat hak impor daging sapi. Nantinya, daging itu akan dipotong dan dijual di pasar-pasar di Ibu Kota dengan harga operasi pasar.

Konsumen pun harus membeli daging sapi tersebut dengan transaksi non-tunai. Apabila stok daging sapi yang dimiliki oleh pemerintah cukup untuk memenuhi kebutuhan warga, kata Basuki, operasi pasar akan terus digelar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau ini kan stok daging sapi memang tidak cukup sehingga hukum pasar terjadi," kata Basuki. 

Basuki mengaku tidak khawatir atas aksi mogoknya pedagang sapi di pasar-pasar di Jakarta. Sebab, hal itu akan memengaruhi pendapatan yang mereka peroleh.

"Kalau memang mereka mogok jualan dan enggak ada yang mau beli, gimana? Daya beli orang jadi kurang. Sekarang orang-orang juga bisa substitusi, kalau enggak bisa makan daging, bisa makan ayam atau ikan," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Musim Hujan, Pemkot Tangerang Akan Normalisasi Sungai Cirarab

Jelang Musim Hujan, Pemkot Tangerang Akan Normalisasi Sungai Cirarab

Megapolitan
Masyarakat Jangan Tergiur Iming-iming Pinjol

Masyarakat Jangan Tergiur Iming-iming Pinjol

Megapolitan
PPKM Turun Level 2, Ini Aturan Masuk Mal dan Bioskop di Jabodetabek

PPKM Turun Level 2, Ini Aturan Masuk Mal dan Bioskop di Jabodetabek

Megapolitan
Satu Remaja Tewas dalam Tawuran di Menteng, Dua Pelaku Ditangkap

Satu Remaja Tewas dalam Tawuran di Menteng, Dua Pelaku Ditangkap

Megapolitan
10 Perubahan Aturan PPKM Level 2 Jakarta Berdasarkan Instruksi Mendagri

10 Perubahan Aturan PPKM Level 2 Jakarta Berdasarkan Instruksi Mendagri

Megapolitan
SMPN 10 Depok Gelar Tes Antigen Covid-19 untuk 92 Warga Sekolah Kontak Erat, Hasilnya Semua Negatif

SMPN 10 Depok Gelar Tes Antigen Covid-19 untuk 92 Warga Sekolah Kontak Erat, Hasilnya Semua Negatif

Megapolitan
Karyawan Pinjol di Cengkareng Dapat Komisi 12 Persen Tiap Sukses Tagih Utang

Karyawan Pinjol di Cengkareng Dapat Komisi 12 Persen Tiap Sukses Tagih Utang

Megapolitan
Sepekan Terakhir, Pemkot Tangerang Catat Ada 31 Kasus Baru Covid-19

Sepekan Terakhir, Pemkot Tangerang Catat Ada 31 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Jadi Tersangka, 6 Pegawai Kantor Pinjol Cengkareng Dijerat UU ITE dan Pornografi

Jadi Tersangka, 6 Pegawai Kantor Pinjol Cengkareng Dijerat UU ITE dan Pornografi

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Terima Banyak Aduan Warga soal Pinjol Ilegal lewat Medsos

Polres Metro Bekasi Terima Banyak Aduan Warga soal Pinjol Ilegal lewat Medsos

Megapolitan
Polisi: Pemilik Kantor Pinjol di Cengkareng Diduga Seorang WNA

Polisi: Pemilik Kantor Pinjol di Cengkareng Diduga Seorang WNA

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Minta Orangtua Bijak Sikapi Syarat Siswa SD Ikut PTM Terbatas

Wali Kota Tangerang Minta Orangtua Bijak Sikapi Syarat Siswa SD Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Kasus Sekuriti Keroyok 3 Pengunjung Bar, Manajemen Ajak Korban Cabut Laporan

Kasus Sekuriti Keroyok 3 Pengunjung Bar, Manajemen Ajak Korban Cabut Laporan

Megapolitan
Soal Pelonggaran PPKM, Wali Kota Tangerang Ingatkan Orangtua Awasi Anak di Bawah 12 Tahun

Soal Pelonggaran PPKM, Wali Kota Tangerang Ingatkan Orangtua Awasi Anak di Bawah 12 Tahun

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ingatkan ASN Jangan Cuti pada 18-22 Oktober

Wali Kota Tangerang Ingatkan ASN Jangan Cuti pada 18-22 Oktober

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.