Ahok: Permainan Paling Keterlaluan Itu di Dinas Pendidikan

Kompas.com - 13/08/2015, 08:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi panelis juri dalam Kompetisi Bisnis Sosial (Creativity with Purpose) Ideafest 2015, di JCC, Sabtu (8/8/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi panelis juri dalam Kompetisi Bisnis Sosial (Creativity with Purpose) Ideafest 2015, di JCC, Sabtu (8/8/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, banyak permainan anggaran di Dinas Pendidikan. Permainan itu seperti upaya penggelembungan anggaran atau pengadaan barang dan jasa yang tidak perlu. Padahal, 47 persen gedung sekolah di Jakarta rusak, bahkan tak laik pakai. 

"Makanya, saya bilang, itu yang buat saya marah. Kepala sekolah kan sudah minta perbaikan, kenapa anggaran tidak digunakan untuk perbaikan sekolah? Malahan buat beli scanner, UPS (uninterruptible power supply), beli macem-macem kan," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/8/2015). 

Karena itu, tahun ini, dia berupaya memperbaiki sistem maupun birokrasi Dinas Pendidikan. Namun, upayanya itu tidak serta-merta berhasil.

Basuki kembali menemukan banyaknya upaya penggelembungan anggaran program rehabilitasi sekolah. Anggaran-anggaran itu, dinilai Basuki, tidak masuk akal.

"Masuk akal enggak (anggaran) rehab sekolah, satu sekolah Rp 30-Rp 50 miliar. Itu mau rehab apa bangun kampus?" kata Basuki lagi. 

Karena itu, Basuki mencoret anggaran itu dan meminta konsultan menganalisis kembali. Akhirnya, Basuki terpaksa menunda semua rehabilitasi sekolah tahun ini. Pemprov DKI bakal merehabilitasi sekolah dengan anggaran tahun 2016.

"Jadi, di Dinas Pendidikan itu permainannya keterlaluan. Paling keterlaluan itu (Dinas) Pendidikan. Semua mau dicurangin, mau 'dimakan' itu duit. Dulu malahan (anggaran) KJP (Kartu Jakarta Pintar) pun 'dimakan'," kata Basuki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Megapolitan
Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Megapolitan
Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Megapolitan
Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

Megapolitan
BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

Megapolitan
Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Megapolitan
Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Megapolitan
Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Megapolitan
Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Megapolitan
Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Megapolitan
Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Megapolitan
Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Megapolitan
Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X