LPSK Sesalkan Putusan Bebas untuk Dua Guru JIS

Kompas.com - 16/08/2015, 05:21 WIB
Ferdinand Tjiong (kiri),  pengacaranya Hotman Paris Hutapea (tengah), dan Neil Bantleman (kanan) usai dibebaskan dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Jumat (14/8/2015). Kompas.com/Robertus BelarminusFerdinand Tjiong (kiri), pengacaranya Hotman Paris Hutapea (tengah), dan Neil Bantleman (kanan) usai dibebaskan dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Jumat (14/8/2015).
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyesalkan putusan bebas dari Pengadilan Tinggi (PT) terhadap dua guru Jakarta International School (JIS) dalam kasus pelecehan seorang murid sekolah itu.

Seperti diketahui, dua guru JIS yakni Neil Bentleman dan Ferdinant Tjiong dibebaskan setelah 13 bulan ditahan atas kasus dugaan pelecehan seksual. Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, putusan bebas ini merupakan preseden buruk bagi pencegahan tindak pidana kejahatan seksual terhadap anak.

"Jika putusan seperti ini, efek jera tidak terbangun. Ini preseden buruk bagi pencegahan tindak pidana seksual terhadap anak. Apalagi upaya pencegahan selama ini sulit dilakukan karena biasanya dilakukan di ruang tertutup dan dilakukan oleh orang terdekat anak," kata Hasto, seperti dikutip dari siaran pers LPSK, yang diterima Kompas.com, Sabtu (15/8/2015).

Hasto menilai vonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang cukup berat bagi guru JIS, sebenarnya sudah bisa menimbulkan efek jera bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak.

"Sebenarnya pembuktian pada persidangan di PN Jaksel sudah sangat kuat. Kami sangat menyesalkan putusan bebas hakim (Pengadilan) Tinggi," ujar Hasto.

Ia menambahkan, anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang rentan, oleh karena itu seharusnya hakim mengedepankan rasa keadilan. Anak-anak harus mendapat perhatian lebih termasuk dalam proses peradilan.

"Masa depan bangsa ini sangat tergantung dari kualitas hidup anak. Termasuk perlindungan terhadap kemungkinan mereka menjadi korban," ujar Hasto.

Sehingga, tambah Hasto, lembaganya akan segera mencari tahu terkait alasan hakim memberikan putusan bebas. "Hal ini juga menyangkut langkah berlanjutnya perlindungan dan bantuan yang telah LPSK berikan kepada korban. Termasuk langkah apa yang sebaiknya diambil oleh korban," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Megapolitan
Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Megapolitan
Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X