Kompas.com - 18/08/2015, 20:25 WIB
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat setelah mengikuti rapat paripurna persetujuan Rapeda Pelestarian Budaya Betawi, Selasa (18/8/2015). Jessi CarinaGubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat setelah mengikuti rapat paripurna persetujuan Rapeda Pelestarian Budaya Betawi, Selasa (18/8/2015).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengkritik langkah salah satu penyedia jasa angkutan sepeda motor (ojek) yang membuka rekrutmen pengemudi ojek secara besar-besaran. Menurut Basuki, langkah itu tidak sesuai dengan tujuan awal berdirinya penyedia jasa ojek berbasis aplikasi tersebut.

Basuki mengungkapkan, pada awal berdirinya, salah satu tujuan jasa ojek berbasis aplikasi itu adalah untuk membantu menambah penghasilan masyarakat yang sudah lama menjadi pengemudi ojek. Akan tetapi, dibukanya lowongan secara besar-besaran justru akan dimanfaatkan oleh masyarakat yang sebelumnya tidak berprofesi sebagai pengemudi ojek.

"Harusnya memang jangan buka banyak lowongan. Tadinya dia kan mau usaha menolong ojek lama (supaya) terangkat. Yang lama enggak terangkat karena dia rekrut orang baru," kata Basuki, yang biasa disapa Ahok, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Ahok mengaku memahami jika banyak masyarakat tertarik menjadi pengemudi ojek berbasis aplikasi untuk menambah penghasilan. Akan tetapi, ia berharap tidak ada aturan yang dilanggar oleh perusahaan ojek berbasis aplikasi tersebut.

"Secara sosial, enggak masalah kalau mau dapat tambahan (penghasilan), tetapi secara aturan pasti Dishub enggak boleh dong," katanya.

Metode pemesanan ojek melalui smartphone ini tengah naik daun di Jakarta. Adanya dukungan teknologi diharapkan akan memudahkan masyarakat sekaligus para pengemudi ojek untuk mendapatkan lebih banyak order dan menerima lebih banyak penghasilan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eksploitasi Bayi yang Dicat Silver dan Respons Aparat Setelah Viral

Eksploitasi Bayi yang Dicat Silver dan Respons Aparat Setelah Viral

Megapolitan
Polisi Cek TKP Perampokan di Cilandak KKO

Polisi Cek TKP Perampokan di Cilandak KKO

Megapolitan
Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit

Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpeluang Hujan

Megapolitan
Komplotan Perampok Bersenjata Tajam dan Bawa Pistol Gasak Tiga Handphone di Cilandak KKO

Komplotan Perampok Bersenjata Tajam dan Bawa Pistol Gasak Tiga Handphone di Cilandak KKO

Megapolitan
Warga Bangun Polisi Tidur di Pulomas, Diprotes Pesepeda, lalu Diganti Speed Trap

Warga Bangun Polisi Tidur di Pulomas, Diprotes Pesepeda, lalu Diganti Speed Trap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 91 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 91 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga  dan Penyertaan Tuhan

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga dan Penyertaan Tuhan

Megapolitan
Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Megapolitan
UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Viani Limardi Bantah Gelembungkan Dana Reses yang Dituduhkan PSI

Anggota DPRD DKI Viani Limardi Bantah Gelembungkan Dana Reses yang Dituduhkan PSI

Megapolitan
Januari-September, DLH Temukan 7 TPS Ilegal di Kota Tangerang

Januari-September, DLH Temukan 7 TPS Ilegal di Kota Tangerang

Megapolitan
Seorang Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Duren Sawit

Seorang Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Duren Sawit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.