Rumahnya Rusak Saat Polisi Gerebek WNA di Lebak Bulus, Jaksa Minta Ganti Rugi

Kompas.com - 20/08/2015, 20:09 WIB
Eko Junaidi Salam, staf Kejaksaan Agung RI meminta polisi bertanggung jawab atas kerusakan di rumah Jaksa Supardi yang diakibatkan dari penggerebekan WNA di Lebak Bulus, Kamis (20/8/2015). Kompas.com/Unoviana KartikaEko Junaidi Salam, staf Kejaksaan Agung RI meminta polisi bertanggung jawab atas kerusakan di rumah Jaksa Supardi yang diakibatkan dari penggerebekan WNA di Lebak Bulus, Kamis (20/8/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Penggerebekan di rumah mewah di Jalan Adhyaksa nomor 20, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (20/8/2015) sore membuat para penghuninya panik. Mereka pun kocar-kacir saat petugas berusaha menangkap mereka.

Penghuninya yang terdiri dari warga negara Tiongkok dan Taiwan yang berada di rumah itu mencoba melarikan diri. Salah satu WN Taiwan bahkan mencoba melompat dari atap menuju atap rumah di belakangnya.

Namun, bukannya bisa melarikan diri, pria itu malah terjeblos sehingga merusak atap di rumah tersebut. (Baca: Apa yang Akan Terjadi jika Indonesia Terus-terusan Jadi Lokasi Penipuan WNA?)

Pemilik rumah merupakan salah satu jaksa di Kejaksaan Agung RI bernama Supardi. Ia tidak terima atap rumahnya rusak dan mengirim stafnya yang bernama Eko Junaidi Salam untuk meminta ganti rugi kepada polisi yang masih berada di lokasi penggerebekan.

Eko pun langsung diterima oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti. "Saya ditugaskan meminta ganti rugi karena atap rumah belakang rumah ini rusak," kata Eko kepada Krishna.

Krishna pun menjawab bahwa penggerebekan tersebut merupakan tugas kepolisian. Sehingga, kerusakan-kerusakan yang terjadi merupakan peristiwa tidak terduga.

Apalagi orang yang melompat dan merusak atap rumah Supardi bukan lah polisi. Melainkan, tersangka yang akan melarikan diri. (Baca: Lagi, WN Taiwan dan Tiongkok Digerebek di Rumah Mewah di Jakarta)

Air muka Eko mendadak kesal. Dengan nada tinggi ia menjawab Krishna. "Jadi ini peristiwa tidak terduga maka tidak perlu dipertanggungjawabkan begitu ya, Pak?" ujar Eko.

Krishna pun meminta Eko untuk meminta pertanggungjawaban kepada pelaku, bukan kepada polisi. Ia juga menegaskan, penggerebekan merupakan tugas untuk mengamankan negara, sehingga seharusnya Eko mendukungnya.

Polda Metro Jaya kembali menggerebek puluhan warga negara asing yang melakukan penipuan di Indonesia.

Kali ini, sebanyak 91 warga negara asal Taiwan dan Tiongkok yang melakukan penipuan digerebek di tiga rumah mewah di Jakarta, salah satunya di rumah yang berdekatan dengan rumah Supardi tadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggap Polisi Tak Serius Tangani Kasus Pemerkosaan Wanita Tunarungu, Kuasa Hukum Ancam Lapor ke Propam

Anggap Polisi Tak Serius Tangani Kasus Pemerkosaan Wanita Tunarungu, Kuasa Hukum Ancam Lapor ke Propam

Megapolitan
Permudah Akses Sepeda Nonlipat, MRT Jakarta Perbaiki Fasilitas di Tiga Stasiun

Permudah Akses Sepeda Nonlipat, MRT Jakarta Perbaiki Fasilitas di Tiga Stasiun

Megapolitan
Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru, Sisa Bercak Darah Masih Terlihat

Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru, Sisa Bercak Darah Masih Terlihat

Megapolitan
Kasatpol PP Kabupaten Bogor Akui Laporkan Rizieq Shihab ke Kepolisian karena Sebabkan Kerumunan

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Akui Laporkan Rizieq Shihab ke Kepolisian karena Sebabkan Kerumunan

Megapolitan
Polisi Periksa Suami Istri Pemilik Rumah Sumber Api di Kebakaran Taman Sari

Polisi Periksa Suami Istri Pemilik Rumah Sumber Api di Kebakaran Taman Sari

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Olah TKP Selidiki Penyebab Kebakaran di Tamansari

Polisi Akan Gelar Olah TKP Selidiki Penyebab Kebakaran di Tamansari

Megapolitan
Kebakaran di Tamansari, Tiga Titik Dijadikan Tempat Pengungsian

Kebakaran di Tamansari, Tiga Titik Dijadikan Tempat Pengungsian

Megapolitan
Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman dan Keberanian Ambil Keputusan yang Picu Kontroversi

Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman dan Keberanian Ambil Keputusan yang Picu Kontroversi

Megapolitan
Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Megapolitan
Saksi soal Acara Rizieq Shihab di Megamendung, Banyak yang Tak Pakai Masker dan Tanpa Jaga Jarak

Saksi soal Acara Rizieq Shihab di Megamendung, Banyak yang Tak Pakai Masker dan Tanpa Jaga Jarak

Megapolitan
Saksi: Satgas Covid-19 Berupaya Lakukan Tracing di Ponpes Milik Rizieq Shihab, tetapi Ditolak

Saksi: Satgas Covid-19 Berupaya Lakukan Tracing di Ponpes Milik Rizieq Shihab, tetapi Ditolak

Megapolitan
Pria Gangguan Jiwa Terperangkap di Pembatas Jalur Sepeda Sudirman

Pria Gangguan Jiwa Terperangkap di Pembatas Jalur Sepeda Sudirman

Megapolitan
Cerita Pangdam Jaya Hadapi Mahasiswa Tolak Omibus Law hingga Jadi Imam Shalat Berjemaah

Cerita Pangdam Jaya Hadapi Mahasiswa Tolak Omibus Law hingga Jadi Imam Shalat Berjemaah

Megapolitan
Data IQAIR Senin, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Data IQAIR Senin, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Megapolitan
Alasan Mahasiswa dan Dosen UI Belum Mau Kuliah Tatap Muka Semester Depan

Alasan Mahasiswa dan Dosen UI Belum Mau Kuliah Tatap Muka Semester Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X