Jika Ciliwung Dilebarkan, Banjir di Jakarta Diperkirakan Berkurang 30 Persen

Kompas.com - 21/08/2015, 13:54 WIB
Suasana bantaran Kali Ciliwung yang mendangkal dan dipenuhi sampah di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (10/8). Kali Ciliwung di kawasan tersebut akan dinormalisasi dengan merelokasi penghuninya ke rumah susun. Pengosongan Kampung Pulo ditargetkan selesai akhir bulan ini. KOMPAS/PRIYOMBODO Suasana bantaran Kali Ciliwung yang mendangkal dan dipenuhi sampah di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (10/8). Kali Ciliwung di kawasan tersebut akan dinormalisasi dengan merelokasi penghuninya ke rumah susun. Pengosongan Kampung Pulo ditargetkan selesai akhir bulan ini.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai besar yang mengalir di Jakarta. Karena itu, normalisasi dengan cara pelebaran terhadap sungai tersebut dinilai akan memiliki dampak besar dalam mengurangi ancaman banjir di Jakarta hingga 30 persen.
 
"Kalau seluruh aliran Sungai Ciliwung bisa dilebarkan, ancaman terhadap banjir di Jakarta bisa berkurang hingga 30 persen," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Teuku Iskandar, kepada Kompas.com, Jumat (21/8/2015).
 
Secara spesifik, Iskandar menyebut aliran Sungai Ciliwung yang perlu dilebarkan adalah yang mengalir dari Pintu Air Manggarai hingga Tanjung Barat, tepatnya di kolong tol Jalan TB Simatupang.

Salah satu permukiman yang sampai saat ini masih berada di bantaran aliran tersebut adalah Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, yang saat ini sedang ditertibkan.

 
"Upaya normalisasi sebenarnya sudah dilakukan sejak 2013, cuma terhambat karena proses pembebasan lahan (permukiman warga bantaran kali)," ujar dia.
 
Data BBWS Ciliwung Cisadane menunjukkan, saat ini Sungai Ciliwung hanya mampu menampung air dengan debit kurang dari 200 meter kubik per detik.

Padahal, daya tampung air di kali tersebut seharusnya bisa mencapai 570 meter kubik per detik.

Menurunnya kemampuan daya tampung Sungai Ciliwung disebabkan adanya penyempitan kali akibat terlalu banyaknya bangunan liar di bantaran.

 
Saat ini, lebar Sungai Ciliwung hanya 20-30 meter, dari seharusnya 50 meter. Karena itu, hal yang perlu dilakukan untuk mengembalikan daya tampung Sungai Ciliwung seperti semula adalah pelebaran. 

Hal ini tentu saja akan berdampak pada keharusan untuk menggusur permukiman warga yang saat ini berada di bantaran sungai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X