Ahok: Jangankan DPRD, Dipanggil Tuhan Saja Saya "Ngadep" Kok

Kompas.com - 23/08/2015, 19:05 WIB
Warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, terlibat kerusuhan dengan Satpol PP dan polisi di Jalan Jatinegara Barat, Kamis (20/8/2015). Bentrokan terjadi karena warga menolak digusur dan dipindahkan untuk normalisasi Kali Ciliwung. TRIBUN / HERUDINWarga Kampung Pulo, Jakarta Timur, terlibat kerusuhan dengan Satpol PP dan polisi di Jalan Jatinegara Barat, Kamis (20/8/2015). Bentrokan terjadi karena warga menolak digusur dan dipindahkan untuk normalisasi Kali Ciliwung.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku siap dipanggil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta perihal penggusuran rumah warga Kampung Pulo, Jakarta Timur. Ia merasa langkah pihaknya tersebut baik.

"Dipanggil DPRD mah biasa sajalah. Jangankan dipanggil DPRD, dipanggil Tuhan saja saya ngadep kok. Niatnya saya baik, kasih rusun," kata Ahok saat menghadiri Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2015).

Ia menjelaskan, proses penertiban Kampung Pulo telah dimulai sejak 2013. Saat itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan negosiasi dengan warga Kampung Pulo. Warga, kata dia, sudah sepakat untuk dipindahkan asalkan tidak jauh dari permukiman sebelumnya.

Alhasil, Pemprov DKI membuatkan rumah susun yang tidak jauh dari Kampung Pulo, yakni di Jatinegara Barat. Bahkan, kata Ahok, pihaknya sampai mengorbankan Kantor Sudin PU Tata Air Jakarta Timur untuk membuat rusun tersebut.

Dari hasil negosiasi tersebut, kata Ahok, seharusnya warga bersedia untuk dipindahkan. Namun, saat penertiban, sebagian warga tidak terima dipindahkan sehingga terjadi bentrok.

"Jadi, kalau sekarang rusunnya sudah jadi, ya harus pindah," kata dia.

Ahok mengaku telah mempelajari bahwa warga yang menempati permukiman di Kampung Pulo kebanyakan adalah pendatang. Menurut Ahok, mereka "bermain" dengan oknum RT/RW.

"Itu Ciliwung jadi sempit kenapa? Karena mereka reklamasi dengan menggunakan sampah-sampah," kata Ahok.

Ahok mengaku memiliki niat yang baik, yakni memberikan rusun kepada warga Kampung Pulo dan membersihkan Sungai Ciliwung.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik sebelumnya mengusulkan agar Ahok dipanggil untuk dimintai keterangan perihal penggusuran Kampung Pulo. Taufik akan meminta langsung kepada Ketua DPRD agar mengagendakan pemanggilan Ahok.

Taufik menilai, penggusuran itu adalah bentuk pengusiran warga dari tempat tinggalnya selama ini. Namun, hingga saat ini, rencana pemanggilan itu belum juga terwujud.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Tercebur di Kalimalang, Anak Tiga Tahun Masih Dicari

Mobil Tercebur di Kalimalang, Anak Tiga Tahun Masih Dicari

Megapolitan
Pemprov DKI Masih Larang Resepsi Pernikahan karena Rentan Penularan Covid-19

Pemprov DKI Masih Larang Resepsi Pernikahan karena Rentan Penularan Covid-19

Megapolitan
Daftar 52 Kelurahan di Kota Tangerang yang Masih Ada Kasus Covid-19

Daftar 52 Kelurahan di Kota Tangerang yang Masih Ada Kasus Covid-19

Megapolitan
5 Fakta Aksi WN Perancis Predator Paedofil, Modus Jadi Fotografer hingga 305 Anak Jadi Korban

5 Fakta Aksi WN Perancis Predator Paedofil, Modus Jadi Fotografer hingga 305 Anak Jadi Korban

Megapolitan
Kisah Arista Peraih Ratusan Penghargaan yang Pilih Putus Sekolah Setelah Gagal PPDB Jakarta

Kisah Arista Peraih Ratusan Penghargaan yang Pilih Putus Sekolah Setelah Gagal PPDB Jakarta

Megapolitan
Sedang Dorong Sepeda karena Ban Bocor, Lansia di Depok Meninggal

Sedang Dorong Sepeda karena Ban Bocor, Lansia di Depok Meninggal

Megapolitan
Mobil Tercebur ke Kalimalang, Ibu Ditemukan Meninggal, Anak Hanyut

Mobil Tercebur ke Kalimalang, Ibu Ditemukan Meninggal, Anak Hanyut

Megapolitan
Kisah Petugas Kebersihan KRL Temukan Uang Rp 500 Juta, Mengira Sampah hingga Kembalikan ke Pemilik

Kisah Petugas Kebersihan KRL Temukan Uang Rp 500 Juta, Mengira Sampah hingga Kembalikan ke Pemilik

Megapolitan
Mobil Tercebur Kalimalang, Satu Orang Meninggal Terseret Arus

Mobil Tercebur Kalimalang, Satu Orang Meninggal Terseret Arus

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kejujuran Petugas Stasiun Bogor Kembalikan Uang Rp 500 Juta | Ironi Siswi Berprestasi Gagal dalam PPDB

[POPULER JABODETABEK] Kejujuran Petugas Stasiun Bogor Kembalikan Uang Rp 500 Juta | Ironi Siswi Berprestasi Gagal dalam PPDB

Megapolitan
Ini 13 Lokasi Layanan Perpanjangan SIM di Jakarta Hari Ini

Ini 13 Lokasi Layanan Perpanjangan SIM di Jakarta Hari Ini

Megapolitan
Ibadah Haji 2020 Batal, Penjualan Sapi Kurban Diprediksi Meningkat

Ibadah Haji 2020 Batal, Penjualan Sapi Kurban Diprediksi Meningkat

Megapolitan
PJA Perkirakan Investasi Pengembangan Ancol Habiskan Rp 4.528 Triliun

PJA Perkirakan Investasi Pengembangan Ancol Habiskan Rp 4.528 Triliun

Megapolitan
Satu Keluarga di Duri Kepa Positif Covid-19, Sempat Cekcok Saat Dievakuasi

Satu Keluarga di Duri Kepa Positif Covid-19, Sempat Cekcok Saat Dievakuasi

Megapolitan
Tempat Karaoke di Cilandak Didenda Rp 25 Juta, Pegawai dan Pengunjung Juga Kena Denda

Tempat Karaoke di Cilandak Didenda Rp 25 Juta, Pegawai dan Pengunjung Juga Kena Denda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X