Calon Wali Kota Depok Hanya Boleh Gelar Satu Kampanye Terbuka

Kompas.com - 24/08/2015, 14:58 WIB
(Dari kiri ke kanan) para calon wali kota dan wakil wali kota Depok, Pradi Supriyatna, Babai Suhaimi, Dimas Oky Nugroho, dan Idris Abdul Somad Pradi Supriyatna saat acara penetapan calon untuk Pilkada Depok 2015, di Kantor KPU Kota Depok, Senin (24/8/2015) Kompas.com/Alsadad Rudi(Dari kiri ke kanan) para calon wali kota dan wakil wali kota Depok, Pradi Supriyatna, Babai Suhaimi, Dimas Oky Nugroho, dan Idris Abdul Somad Pradi Supriyatna saat acara penetapan calon untuk Pilkada Depok 2015, di Kantor KPU Kota Depok, Senin (24/8/2015)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini

DEPOK, KOMPAS.com - Meski masa kampanye akan berlangsung selama sekitar tiga bulan, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok hanya diperbolehkan menggelar kampanye model rapat terbuka sebanyak satu kali.

Ketua KPU Kota Depok Titik Nurhayati mengatakan aturan tersebut telah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan KPU di tingkat pusat. Peraturan tersebut menyatakan kampanye yang melibatkan massa dalam jumlah besar hanya boleh dilakukan satu kali.

"Selama masa kampanye boleh melakukan kampanye dalam bentuk apaapun kecuali rapat umum. Karena selama periode masa kampanye ini rapat umum di tempat terbuka hanya boleh dilaksanakan satu kali," kata Titik usai acara penetapan pasangan calon, di Kantor KPU Kota Depok, Senin (24/8/2015).

Selain hanya diperbolehkan menggelar kampanye model rapat terbuka sebanyak satu kali, Titik mengatakan setiap pasangan calon juga diharuskan untuk menyertakan rincian biaya yang mereka habiskan setiap menggelar kampanye.


"Setiap selesai kampanye harus disebutkan dana yang dihabiskan berapa dan item apa aja yang digunakan," ujar dia.

Sebagai informasi, KPU Kota Depok telah menetapkan secara resmi dua pasang calon yang akan maju dalam pilkada. Mereka adalah Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi dan Idris Abdul Somad-Pradi Supriyatna.

Setelah penetapan, tahap selanjutnya adalah pengundian nomor urut yang akan berlangsung pada Selasa (25/8/2015). Masa kampanye sendiri akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, yakni dari 27 Agustus-5 Desember.

Adapun masa tenang akan berlangsung selama tiga hari, yakni dari 6-8 Desember. Dan pada 9 Desember, masyarakat Kota Depok beserta daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia yang juga tengah menyelenggarakan Pilkada akan melakukan pemilihan untuk menentukan kepada daerahnya yang baru.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Megapolitan
Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Megapolitan
Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Megapolitan
Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Megapolitan
Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Megapolitan
Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X