Penyebab Kebakaran di Terminal 2E Soekarno-Hatta Ternyata Bukan dari Oven

Kompas.com - 25/08/2015, 11:18 WIB
Petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (5/7/2015) sekitar jam 10.00 WIB. KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraPetugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (5/7/2015) sekitar jam 10.00 WIB.
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Proses penyelidikan kebakaran di JW Sky Lounge, Terminal 2E, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendapat titik terang. Polisi sudah mengantongi penyebab kebakaran yang sempat mengganggu jadwal penerbangan di sebagian wilayah Indonesia itu.

"Itu arus pendek dari atas," kata Kapolres Bandara Soekarno Hatta Komisaris Besar C.H Pattopoi saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Arus pendek tersebut berasal dari kabel yang terpasang di atas JW Sky Lounge. Kabel tersebut, lanjut Pattopoi, merupakan jaringan utama yang terpasang di sistem kelistrikan di Terminal 2E Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pernyataan ini membantah dugaan awal bahwa penyebab kebakaran berasal dari aktivitas memasak yang dilakukan oleh salah satu pegawai di ruangan JW Sky Lounge. Saat itu diduga saat memasak ada arus pendek dari oven yang menyebabkan kebakaran di tempat tersebut.

"Sekarang ditangani oleh Krimsus Polda Metro Jaya," kata Pattopoi.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kasus kebakaran di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini menjadi pelajaran penting. Sebab hal itu berdampak pada jadwal penerbangan di sebagian wilayah di Indonesia.

"Korban tidak ada, yang terbakar hanya sepetak di JW Sky Lounge. Sistem penanganan mitigasinya tidak tepat, asap ke mana-mana, yang terjadi kemudian mengganggu penerbangan. Begitu pesawat tidak berangkat, masyarakat resah," kata Tito dalam diskusi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/8/2015).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akses ke Pasar Anyar Bogor Disekat, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk

Akses ke Pasar Anyar Bogor Disekat, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk

Megapolitan
Lumpur di Saluran Penghubung Setiabudi Dikeruk

Lumpur di Saluran Penghubung Setiabudi Dikeruk

Megapolitan
Warga di Tangsel Dilarang Nyalakan Kembang Api dan Berkerumun Saat Tahun Baru 2022

Warga di Tangsel Dilarang Nyalakan Kembang Api dan Berkerumun Saat Tahun Baru 2022

Megapolitan
Kondisi Munarman Disebut Sehat

Kondisi Munarman Disebut Sehat

Megapolitan
Polisi Ancam Pidanakan Panitia dan Peserta jika Nekat Gelar Reuni 212 di Patung Kuda

Polisi Ancam Pidanakan Panitia dan Peserta jika Nekat Gelar Reuni 212 di Patung Kuda

Megapolitan
Kasus Dugaan Pengancaman yang Menjeratnya Segera Disidangkan, Jerinx: 'Kun Fayakun...'

Kasus Dugaan Pengancaman yang Menjeratnya Segera Disidangkan, Jerinx: "Kun Fayakun..."

Megapolitan
Ridwan Kamil Tetapkan UMK 2022 Kota Bekasi Rp 4.816.921, Tertinggi di Jawa Barat

Ridwan Kamil Tetapkan UMK 2022 Kota Bekasi Rp 4.816.921, Tertinggi di Jawa Barat

Megapolitan
PPKM Level 3 di Tangsel Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Tempat Wisata Tutup

PPKM Level 3 di Tangsel Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Tempat Wisata Tutup

Megapolitan
Sidang Pembacaan Dakwaan Munarman Ditunda, Kuasa Hukum Keberatan Soal BAP

Sidang Pembacaan Dakwaan Munarman Ditunda, Kuasa Hukum Keberatan Soal BAP

Megapolitan
Saat Panitia Ngotot Gelar Reuni 212 di Patung Kuda Jakarta Tanpa Izin Kepolisian

Saat Panitia Ngotot Gelar Reuni 212 di Patung Kuda Jakarta Tanpa Izin Kepolisian

Megapolitan
Reuni 212, dari Aksi Penjarakan Ahok hingga Tuntut Bebaskan Rizieq

Reuni 212, dari Aksi Penjarakan Ahok hingga Tuntut Bebaskan Rizieq

Megapolitan
Serikat Buruh Kecewa UMK Kota Tangerang Cuma Naik 0,56 Persen, padahal Kesepakatannya Bertambah 5,4 Persen

Serikat Buruh Kecewa UMK Kota Tangerang Cuma Naik 0,56 Persen, padahal Kesepakatannya Bertambah 5,4 Persen

Megapolitan
Aturan Masuk Bioskop di Jakarta Selama PPKM Level 2 hingga 13 Desember

Aturan Masuk Bioskop di Jakarta Selama PPKM Level 2 hingga 13 Desember

Megapolitan
266 Sumur Resapan Dibangun di Kepulauan Seribu Sepanjang 2021

266 Sumur Resapan Dibangun di Kepulauan Seribu Sepanjang 2021

Megapolitan
Momen Polisi Gunakan Senjata Api dan Tewaskan Warga Sipil, Tol Bintaro dan Kafe di Cengkareng Jadi Saksi

Momen Polisi Gunakan Senjata Api dan Tewaskan Warga Sipil, Tol Bintaro dan Kafe di Cengkareng Jadi Saksi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.