Kompas.com - 27/08/2015, 10:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi dan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Ratna Diah Kurniawati, saat meninjau pembangunan jembatan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi dan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Ratna Diah Kurniawati, saat meninjau pembangunan jembatan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, pihaknya akan bersosialisasi sebelum menertibkan permukiman kumuh, termasuk di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur.

Namun, jika warga tidak mengindahkan instruksi pemerintah, maka Pemprov DKI akan mengirimkan surat peringatan (SP). Setelah tiga kali mengeluarkan SP, maka Pemprov DKI akan membongkar paksa kawasan tersebut. 

"Kami sudah layangkan SP 1, SP 2, SP 3, kamu enggak mau dibongkar, mau gimana dong? Kalau sudah peringatan ketiga gimana? Gimana caranya? Ya (bongkar) paksa," kata Basuki di Balai Kota, Kamis (27/8/2015). 

Penertiban paksa itu juga dilakukan setelah Pemprov DKI merampungkan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sebagai relokasi. Jika belum selesai, maka DKI belum akan membongkar kawasan tersebut.

Selain hanya dibebankan biaya retribusi sekitar Rp 10.000 tiap harinya, warga relokasi juga akan mendapat unit rusun yang telah dilengkapi dengan berbagai furnitur. Pernyataannya ini sekaligus menampik seluruh tudingan yang menyasar kepadanya perihal penertiban Kampung Pulo, seperti dari Komnas HAM dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

"HAM yang mana, hamburger saya bilang," kata Basuki. 

Lebih lanjut, Basuki mengklaim bahwa dirinya merupakan contoh pejabat publik yang konsisten untuk taat pada konstitusi, bukan konstituen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya kira tidak ada pejabat yang lebih berani dari saya dengan meng-upload semua video rapat saya. Kalau Anda sebut saya tidak konsisten, seharusnya saya bisa salah ngomong loh. Tapi saya berani ketemu siapa pun untuk ngomong," kata Basuki. 

"Pejabat itu paling menghindari doorstop wartawan, tetapi saya enggak pernah takut di-doorstop. Tanya saja sama saya soal apa pun, saya ladenin, kok. Saya konsisten soal taat sama konstitusi," kata Basuki.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Capai Rp 675 Juta, Anggota Dewan: Kami Cuma Terima

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Capai Rp 675 Juta, Anggota Dewan: Kami Cuma Terima

Megapolitan
Bansos Telat Cair, Wagub DKI: Tiap Tahun Data Harus Dimutakhirkan

Bansos Telat Cair, Wagub DKI: Tiap Tahun Data Harus Dimutakhirkan

Megapolitan
83 Persen Tenaga Pendidik di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

83 Persen Tenaga Pendidik di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Kecelakaan di Jalan DI Panjaitan, Satu Pemotor Tewas di Tempat, Penabrak Kabur

Kecelakaan di Jalan DI Panjaitan, Satu Pemotor Tewas di Tempat, Penabrak Kabur

Megapolitan
Video Viral Aparat Kelurahan Paninggilan Utara Lakukan Pungli, Camat Ciledug Cari Pelaku

Video Viral Aparat Kelurahan Paninggilan Utara Lakukan Pungli, Camat Ciledug Cari Pelaku

Megapolitan
4 Kali Minus, Ekonomi Jakarta Akhirnya Tumbuh 10,91 Persen pada Kuartal Kedua 2021

4 Kali Minus, Ekonomi Jakarta Akhirnya Tumbuh 10,91 Persen pada Kuartal Kedua 2021

Megapolitan
Cerita Ibu Hamil Ikut Vaksinasi Covid-19, Sempat Ragu tapi Khawatir Jadi Syarat Persalinan

Cerita Ibu Hamil Ikut Vaksinasi Covid-19, Sempat Ragu tapi Khawatir Jadi Syarat Persalinan

Megapolitan
Anggaran Baju Anggota Dewan Capai Rp 675 Juta, Ketua DPRD Tangerang: Aku Enggak Ngerti

Anggaran Baju Anggota Dewan Capai Rp 675 Juta, Ketua DPRD Tangerang: Aku Enggak Ngerti

Megapolitan
463.810 Warga Bekasi Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

463.810 Warga Bekasi Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Hendak Buat Konten Video, Remaja Tewas Tertabrak Saat Adang Truk di Cisauk

Hendak Buat Konten Video, Remaja Tewas Tertabrak Saat Adang Truk di Cisauk

Megapolitan
Meningkat, Penjualan Daging Beku Jadi Peluang Bisnis Menggiurkan Saat Pandemi

Meningkat, Penjualan Daging Beku Jadi Peluang Bisnis Menggiurkan Saat Pandemi

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Tambah 2.311 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2.770 Orang Berhasil Sembuh

UPDATE 5 Agustus: Tambah 2.311 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2.770 Orang Berhasil Sembuh

Megapolitan
Fakta Pemborosan Rp 7 Miliar Anggaran untuk Pengadaan Masker dan Alat Rapid Test oleh Pemprov DKI

Fakta Pemborosan Rp 7 Miliar Anggaran untuk Pengadaan Masker dan Alat Rapid Test oleh Pemprov DKI

Megapolitan
Tak Ditahan, Tersangka Kasus Pornografi Dinar Candy Hanya Dikenai Wajib Lapor

Tak Ditahan, Tersangka Kasus Pornografi Dinar Candy Hanya Dikenai Wajib Lapor

Megapolitan
Jadi Tersangka karena Berbikini di Pinggir Jalan, Dinar Candy Tidak Ditahan

Jadi Tersangka karena Berbikini di Pinggir Jalan, Dinar Candy Tidak Ditahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X