Koordinator Buruh: Teman-teman, Jangan Mengganggu Arus Lalu Lintas

Kompas.com - 01/09/2015, 10:40 WIB
Buruh Berdatangan, lalin di kawasan patung kuda Arjuna Wiwaha mulai memadat, Selasa (1/9/2015) Aldo FenalosaBuruh Berdatangan, lalin di kawasan patung kuda Arjuna Wiwaha mulai memadat, Selasa (1/9/2015)
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang pukul 10.00, ribuan buruh mulai menyemut di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Bahkan, antrean buruh mencapai area halte bus transjakarta Bank Indonesia.

Pengamatan Kompas.com, sebagian buruh berseragam hitam merah membuat barikade di pinggir jalan guna membatasi kerumunan buruh yang bergerak ke badan jalan. Namun, karena jumlahnya yang cukup banyak, arus lalu lintas dari arah Thamrin menjadi tersendat. Terlebih lagi, bus yang digunakan oleh para buruh juga beberapa kali berhenti menurunkan buruh yang baru tiba.

"Yang masih di dalam bus tolong segera turun, tolong teman-teman Garda Metal dorong teman-teman yang lain agar jangan berada di tengah jalan. Jangan mengganggu arus lalu lintas, masih ada ribuan bus yang menuju ke sini," kata Muhammad Rusdi, Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, dari atas mobil bak terbuka di dekat Gedung Kementerian ESDM, Selasa (1/9/2015).

Sejumlah kendaraan yang melintas di area demonstrasi hanya bisa melaju sekitar 5 kilometer per jam. Namun, lepas dari kawasan Patung Kuda, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Barat arah ke Harmoni, kondisi arus lalu lintas kembali normal.

Sementara itu, Jalan Budi Kemuliaan, di sisi utara Gedung Bank Indonesia, sudah mulai ditutup karena menjadi tempat berkumpul sebagian massa buruh lengkap dengan beberapa mobil bak terbuka yang akan digunakan untuk berorasi.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UI Kerja Sama dengan Kementerian Desa Riset Program Ketahanan Ekonomi

UI Kerja Sama dengan Kementerian Desa Riset Program Ketahanan Ekonomi

Megapolitan
Persebaran Kasus Covid-19 di Kawasan Industri, dari Toyota hingga Unilever

Persebaran Kasus Covid-19 di Kawasan Industri, dari Toyota hingga Unilever

Megapolitan
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Tangsel Dilakukan Secara Daring

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Tangsel Dilakukan Secara Daring

Megapolitan
Kepatuhan Warga Rendah, Wagub DKI Minta Dewan Kota/Kabupaten Sosialisasi Protokol Pencegahan Covid-19

Kepatuhan Warga Rendah, Wagub DKI Minta Dewan Kota/Kabupaten Sosialisasi Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
UPDATE 9 Juli: 13 Kelurahan di Depok Masih di Zona Merah Covid-19

UPDATE 9 Juli: 13 Kelurahan di Depok Masih di Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Virus Corona Menyebar di Udara, Ini Saran Epidemiolog Terkait Aktivitas Bioskop

Virus Corona Menyebar di Udara, Ini Saran Epidemiolog Terkait Aktivitas Bioskop

Megapolitan
Mobil Tercebur di Kalimalang, Anak Tiga Tahun Masih Dicari

Mobil Tercebur di Kalimalang, Anak Tiga Tahun Masih Dicari

Megapolitan
Pemprov DKI Masih Larang Resepsi Pernikahan karena Rentan Penularan Covid-19

Pemprov DKI Masih Larang Resepsi Pernikahan karena Rentan Penularan Covid-19

Megapolitan
Daftar 52 Kelurahan di Kota Tangerang yang Masih Ada Kasus Covid-19

Daftar 52 Kelurahan di Kota Tangerang yang Masih Ada Kasus Covid-19

Megapolitan
5 Fakta Aksi WN Perancis Predator Paedofil, Modus Jadi Fotografer hingga 305 Anak Jadi Korban

5 Fakta Aksi WN Perancis Predator Paedofil, Modus Jadi Fotografer hingga 305 Anak Jadi Korban

Megapolitan
Kisah Arista Peraih Ratusan Penghargaan yang Pilih Putus Sekolah Setelah Gagal PPDB Jakarta

Kisah Arista Peraih Ratusan Penghargaan yang Pilih Putus Sekolah Setelah Gagal PPDB Jakarta

Megapolitan
Sedang Dorong Sepeda karena Ban Bocor, Lansia di Depok Meninggal

Sedang Dorong Sepeda karena Ban Bocor, Lansia di Depok Meninggal

Megapolitan
Mobil Tercebur ke Kalimalang, Ibu Ditemukan Meninggal, Anak Hanyut

Mobil Tercebur ke Kalimalang, Ibu Ditemukan Meninggal, Anak Hanyut

Megapolitan
Kisah Petugas Kebersihan KRL Temukan Uang Rp 500 Juta, Mengira Sampah hingga Kembalikan ke Pemilik

Kisah Petugas Kebersihan KRL Temukan Uang Rp 500 Juta, Mengira Sampah hingga Kembalikan ke Pemilik

Megapolitan
Mobil Tercebur Kalimalang, Satu Orang Meninggal Terseret Arus

Mobil Tercebur Kalimalang, Satu Orang Meninggal Terseret Arus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X