Buruh Siap-siap ke Istana, Jalan Medan Merdeka Barat Ditutup

Kompas.com - 01/09/2015, 12:13 WIB
Buruh melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Patung Kuda, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (1/9/2015). Dalam aksi ini mereka menuntut pemerintah menurunkan harga sembako, menolak PHK akibat perlambatan ekonomi, hingga kenaikan upah pada 2016. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESBuruh melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Patung Kuda, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (1/9/2015). Dalam aksi ini mereka menuntut pemerintah menurunkan harga sembako, menolak PHK akibat perlambatan ekonomi, hingga kenaikan upah pada 2016.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan buruh bersiap berjalan kaki ke Istana Negara, Selasa (1/9/2015) siang. Mulut jalan Medan Merdeka Barat dari arah Thamrin pun ditutup karena massa buruh sudah memenuhi lingkar bundaran patung kuda Arjuna Wiwaha dan sisi sebaliknya yang menuju Thamrin.

Sejumlah pentolan buruh yang berdiri di atas mobil bak terbuka pun mulai berorasi membakar semangat rekan sejawatnya.

"Nanti jangan sampai putus, seluruh peserta aksi jangan masuk ke dalam taman, trotoar atau Monas. Kita fokus di Istana Negara, kita berjuang di Istana untuk menyuarakan aspirasi kita," kata salah seorang pentolan buruh yang berada di atas mobil bak terbuka.

Pukul 11.30 WIB, mereka mulai mengambil posisi untuk mulai berjalan. Sebelum melakukan aksi mereka pun menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sementara itu, para petugas kepolisian tampak membangun barikade di garis busway.

Di sisi lain, beberapa petugas provost menghalau sejumlah massa yang menginjak taman-taman di sepanjang jalan Medan Merdeka Barat.

"Jangan ada yang injak rumput. Instruksi komando ada di mobil komando, hati-hati jangan terprovokasi. Jangan ada pihak lain yang memprovokasi kita. Aksi ini tidak akan terjadi bila pemerintah lebih serius memperhatikan rakyat kecil seperti kita," seru seseorang yang berdiri di atas mobil berwarna putih.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Megapolitan
Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Megapolitan
Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar 'Rahasia Dapur'

Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar "Rahasia Dapur"

Megapolitan
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Megapolitan
89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

Megapolitan
Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

Megapolitan
Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Megapolitan
Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Megapolitan
Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Megapolitan
Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Megapolitan
Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X