DPRD DKI Perjuangkan agar Ketua RT dan RW Boleh Rangkap Jadi Anggota Partai

Kompas.com - 03/09/2015, 08:35 WIB
Anggota DPRD DKI dari Komisi A Syarif saat berada di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Kamis (20/8/2015)
Kompas.com/Robertus BelarminusAnggota DPRD DKI dari Komisi A Syarif saat berada di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Kamis (20/8/2015)
Penulis Jessi Carina
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Jakarta menerima laporan warga yang meminta dilakukan revisi terhadap Keputusan Gubernur Nomor 168 Tahun 2014. Keputusan gubernur tersebut berisi syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi ketua rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW).

"Ada komplain dari masyarakat tentang penentuan syarat-syarat menjadi ketua RT. Ada beberapa poin yang memberatkan warga dalam memilih ketua RT. Salah satunya itu syarat bahwa ketua RT dan RW tidak boleh merangkap jabatan anggota dan mengurus parpol," ujar Sekretaris Komisi A Syarif di Gedung DPRD DKI, Rabu (2/9/2015).

Syarif mengatakan, warga menyampaikan bahwa mereka kesulitan mencari orang yang bisa dijadikan ketua RT dan RW karena syarat tersebut. Jika mereka memilih ketua RT yang merupakan anggota partai politik, pihak yang kalah bisa menggugat dengan menggunakan keputusan gubernur ini.

"Nah, jalan tengahnya saya menyarankan kalau warga itu hanya anggota parpol, tidak apa-apa. Yang tidak boleh kalau dia itu pengurus parpol," ujar Syarif.

Syarif mengatakan, pengurus RT dan RW bukanlah jabatan yang mendapatkan gaji dari pemerintah. Karena itu, seharusnya peraturan serta syarat untuk menjadi ketua RT dan RW tidak perlu seketat itu. Hal itu sebaiknya disesuaikan dengan kesepakatan forum masing-masing. Jika berpatokan dengan syarat-syarat yang ada saat ini, warga justru kesulitan mencari ketua RT dan RW.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Tanah Abang Tutup 12-18 Mei, Pengelola: Libur Lebaran dan Perawatan

Pasar Tanah Abang Tutup 12-18 Mei, Pengelola: Libur Lebaran dan Perawatan

Megapolitan
UPDATE 7 Mei: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 204 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 7 Mei: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 204 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kasus Pria Pukul Bocah Berujung Damai, Kejari Kota Tangerang Terapkan Restorative Justice

Kasus Pria Pukul Bocah Berujung Damai, Kejari Kota Tangerang Terapkan Restorative Justice

Megapolitan
Bentrokan Antar-Kelompok Terjadi di Pejaten Timur

Bentrokan Antar-Kelompok Terjadi di Pejaten Timur

Megapolitan
Dua Skenario Polisi Antisipasi Masuknya Pemudik ke Kota Bogor

Dua Skenario Polisi Antisipasi Masuknya Pemudik ke Kota Bogor

Megapolitan
Hindari Motor, Mobil Pajero Terbalik Setelah Tabrak Lampu Merah di Cideng Timur

Hindari Motor, Mobil Pajero Terbalik Setelah Tabrak Lampu Merah di Cideng Timur

Megapolitan
Hari Kedua Larangan Mudik, Hanya 25 Orang Berangkat dari Terminal Kalideres

Hari Kedua Larangan Mudik, Hanya 25 Orang Berangkat dari Terminal Kalideres

Megapolitan
UPDATE 7 Mei: Tambah 783 Kasus di Jakarta, 22 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 7 Mei: Tambah 783 Kasus di Jakarta, 22 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Putuskan Tempat Wisata Tetap Dibuka Saat Libur Lebaran

Pemprov DKI Putuskan Tempat Wisata Tetap Dibuka Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Polisi Sekat 58 Kendaraan yang Melintas di Posko Penyekatan dan Posko Check Point Kota Tangerang

Polisi Sekat 58 Kendaraan yang Melintas di Posko Penyekatan dan Posko Check Point Kota Tangerang

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, 515 Orang di Jakarta Ajukan SIKM, 137 Ditolak

Hari Pertama Larangan Mudik, 515 Orang di Jakarta Ajukan SIKM, 137 Ditolak

Megapolitan
Aturan Keluar Masuk Jabodetabek saat Masa Larangan Mudik 2021

Aturan Keluar Masuk Jabodetabek saat Masa Larangan Mudik 2021

Megapolitan
Kadisdik DKI: Seluruh Proses PPDB Tahun Ajaran Baru 2021 Dilaksanakan Secara Online

Kadisdik DKI: Seluruh Proses PPDB Tahun Ajaran Baru 2021 Dilaksanakan Secara Online

Megapolitan
Kepala Minimarket Ikut dalam Komplotan Maling, Curi Uang Rp 87 Juta dari Brankas

Kepala Minimarket Ikut dalam Komplotan Maling, Curi Uang Rp 87 Juta dari Brankas

Megapolitan
Minimarket di Pancoran Dibobol Komplotan Maling, Pelaku Libatkan Orang Dalam

Minimarket di Pancoran Dibobol Komplotan Maling, Pelaku Libatkan Orang Dalam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X