Taufik: Sudah Sering Dilaporkan, Sebaiknya Ahok Introspeksi Dirilah

Kompas.com - 03/09/2015, 09:38 WIB
(dari kiri ke kanan) Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah, Kepala Bappeda DKI Tuti Kusumawati saat menghadiri musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Jakarta Utara, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (1/4/2015). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza(dari kiri ke kanan) Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah, Kepala Bappeda DKI Tuti Kusumawati saat menghadiri musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Jakarta Utara, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (1/4/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik menyoroti semakin banyaknya warga yang melaporkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ke institusi penegak hukum. Menurut dia, sudah seharusnya Ahok (sapaan Basuki) melakukan introspeksi terkait hal itu.

"Saya kira kalau masyarakat sudah melaporkan berarti memang ada sesuatu yang dilakukan Ahok. Sudah sering dilaporkan seharusnya Ahok introspeksi dirilah. Harus mawas diri," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI, Kamis (3/9/2015).

Terlebih lagi, kata Taufik, orang yang ingin membuat laporan biasanya sudah menyiapkan data-data sebagai barang bukti. Barang bukti tersebut tidak boleh dianggap sepele. Sebab, bisa jadi data-data yang dibawa para warga tersebut justru menjerat Ahok dalam proses hukum.

Taufik kembali meminta agar Ahok tidak menutup mata dengan adanya laporan ini. Koreksi diri sendiri berkaitan dengan cara bicara Ahok serta pembuatan kebijakan, kata Taufik, menjadi hal mutlak yang harus dilakukan.


"Karena orang itu kalau melaporkan pasti punya data-data awal loh. Enggak mungkin asal melaporkan," ujar dia.

Sebelumnya, gerakan Lawan Ahok telah melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke Bareskrim Polri, Selasa (1/9/2015). Gubernur yang akrab disapa Ahok itu dituduh melakukan fitnah dan pencemaran nama baik.

Fitnah dan pencemaran nama baik yang dimaksud adalah ucapan Ahok soal relokasi warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, pada 21 Agustus 2015 lalu. Ketika itu, Ahok berbicara dalam salah satu acara debat di stasiun televisi swasta.

Selain itu, Ahok juga telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh seorang warga bernama Amir Hamzah. Ahok dianggap telah menyalahgunakan wewenang dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Megapolitan
Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Megapolitan
4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

Megapolitan
BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

Megapolitan
Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Megapolitan
Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X