Bursa Cagub DKI dari Gerindra, Taufik Sebut Namanya Sendiri

Kompas.com - 08/09/2015, 18:31 WIB
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, di Gedung DPRD DKI, Kamis (23/7/2015) Kompas.com/Alsadad RudiKetua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, di Gedung DPRD DKI, Kamis (23/7/2015)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPD DKI Jakarta dari Partai Gerindra Mohamad Taufik mengatakan, ada sejumlah orang yang kemungkinan besar masuk dalam bursa calon gubernur untuk diusung Partai Gerindra dalam Pemilu Kepada Daerah DKI Jakarta 2017.

Ia menyebutkan sejumlah nama, seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Dewan Pembina Sandiaga Uno, hingga dirinya sendiri.

"Yang pasti, Gerindra punya calon. Sandiaga Uno, Sekjen Muzani, ada Sanusi, Ridwan Kamil, dan Mohamad Taufik. Semua asli kader," kata dia di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (8/9/2015). [Baca: Taufik: Kalau Saya yang Maju Jadi Gubernur, Ahok Kalah]

Taufik mengaku tidak tahu siapa kandidat yang diperkirakan akan terpilih, apalagi figur yang akan mendampingi. Yang pasti, ia menyebut Gerindra tidak akan bisa mengusung calon sendiri dan membutuhkan koalisi dengan partai lain. [Baca: Diisukan Saingi Ahok pada Pilkada, Ini Jawaban Sandiaga Uno]

Dengan demikian, ia memastikan calon wakil gubernur untuk mendampingi calon gubernur dari Gerindra dipastikan berasal dari partai lain. [Baca: Diprediksi Kalah pada Pilkada 2017 oleh Taufik, Apa Reaksi Ahok?]

"Kalau cagubnya dari Gerindra, wakilnya harus koalisi dari partai lain. Pastikan partai-partai lain minta. Misalnya koalisi sama PKS, nanti nama wakilnya PKS yang menentukan," ujar Wakil Ketua DPRD DKI ini. [Baca: Fotonya Disandingkan dengan Sandiaga Uno, Sani Sebut Itu Ulah Orang Iseng]

Beberapa waktu lalu, Taufik sempat berujar bahwa PKS kemungkinan besar akan jadi rekan koalisi Gerindra pada Pilkada DKI 2017. Sebab, dengan jumlah kursi yang dimiliki, Gerindra dan PKS sudah bisa mengusung calon gubernur dan wakil gubernur sendiri. Saat ini, Gerindra memiliki 15 kursi di DPRD DKI, sedangkan PKS ada 11 kursi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

Megapolitan
Bekasi Menuju 'New Normal' Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Bekasi Menuju "New Normal" Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Megapolitan
Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Megapolitan
Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Megapolitan
Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X