PT Jakarta Monorail: Semoga LRT Tidak Dimangkrakkan seperti Monorel

Kompas.com - 10/09/2015, 14:21 WIB
Tiang-tiang proyek monorel di Jalan Gelora, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2013). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan fisik proyek MRT akan mulai dikerjakan dalam waktu satu bulan. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROTiang-tiang proyek monorel di Jalan Gelora, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2013). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan fisik proyek MRT akan mulai dikerjakan dalam waktu satu bulan.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur PT Jakarta Monorail Sukmawati Syukur mengaku sudah menerima surat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perihal pemberhentian proyek monorel di Ibu Kota.

Sukmawati mengaku tidak kecewa dengan keputusan Pemprov DKI. Bahkan, dia mengaku mendukung pembangunan moda transportasi massal berbasis rel atau yang disebut dengan sistem light rail transit (LRT). 

"Prinsipnya, PT JM ikut senang LRT sudah mulai dibangun. Semoga tidak dimangkrak-kan lagi seperti monorel," kata Sukmawati dalam pesan singkatnya kepada wartawan, di Balai Kota, Kamis (10/9/2015). 

Meski demikian, Sukmawati masih berharap monorel tetap dibangun di Jakarta. Ia meminta Pemprov DKI memikirkan win-win solution terhadap proyek monorel yang dirancang PT JM, termasuk soal lokasi pembangunan depo yang dipermasalahkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

PT JM sebelumnya merancang pembangunan depo di atas Waduk Setiabudi dan Tanah Abang.

"Thanks Pak Gubernur sudah mengirimkan surat bahwa DKI tidak ingin melanjutkan (monorel) karena masalah (pembangunan) depo. Kami ingin tahu depo untuk LRT Adhi Karya dan PT Jakarta Propertindo seperti apa dan di mana? Secara teknis dan finansial, kami siap melanjutkan (pembangunan monorel), jika diberi (lokasi) depo," kata Sukmawati.

Sebelumnya, Basuki menegaskan bahwa sudah tidak ada negosiasi lagi dengan PT JM perihal pembangunan proyek monorel yang mangkrak. [Baca: Ahok: "Bye-bye" Monorel...]

Bahkan, dia melanjutkan, nantinya tiang-tiang mangkrak yang tertancap di beberapa ruas jalan Ibu Kota akan digunakan PT Adhi Karya untuk pembangunan rel LRT. "Bye-bye monorel, sudah enggak ada cerita," kata Basuki.

Menurut dia, PT JM tidak memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan. Persyaratan yang diberikan DKI antara lain business plan, jaminan bank 5 persen dari total investasi monorel, serta perpindahan pembangunan depo dari Waduk Setiabudi dan Tanah Abang.

Saat ini, Pemprov DKI tengah fokus membangun tujuh koridor LRT di Ibu Kota. "Saya tidak pernah putus kontrak. Saya cuma katakan, kontrak Anda dari dulu sudah selesai," kata Basuki.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

Megapolitan
Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Megapolitan
Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Megapolitan
Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Megapolitan
Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Megapolitan
Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Megapolitan
Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Megapolitan
Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Megapolitan
Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Megapolitan
Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X