Meski Diduga Terlibat Jadi Perantara Penjualan Bayi, Istri Polisi Tak Ditahan

Kompas.com - 15/09/2015, 01:03 WIB
Kapolrestro Jakarta Utara Komisaris Besar Susetio Cahyadi didampingi Kapolsektro Penjaringan Ajun Komisaris Besar Ruddi Setiawan dan Kanit Reskrim Polsektro Penjaringan Komisaris Bungin Misalayuk saat menggelar hasil tangkapan modus ban kempis di Mapolsektro Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (13/7/2015). Kompas.com/Tangguh SRKapolrestro Jakarta Utara Komisaris Besar Susetio Cahyadi didampingi Kapolsektro Penjaringan Ajun Komisaris Besar Ruddi Setiawan dan Kanit Reskrim Polsektro Penjaringan Komisaris Bungin Misalayuk saat menggelar hasil tangkapan modus ban kempis di Mapolsektro Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (13/7/2015).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang saksi yang diketahui berstatus sebagai istri seorang polisi, Latifah Mony (36) dan Lisnawati alias Neti (46), warga Asrama Polisi, RT 04/07, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut) diduga terlibat dalam proses penjualan bayi dari pasangan suami istri (Pasutri) belia, Rn (18) dan DJ (19). Namun, kedua anggota Bhayangkari tersebut tidak ditahan polisi karena tidak terlibat langsung terkait aliran dana dalam proses dugaan jual beli bayi.

"Benar, saksi dua dan tiga (Latifah dan Neti) statusnya Ibu Bhayangkari. Sementara mereka sebagai saksi," ujar Kapolres Jakut Komisaris Besar Susetio Cahyadi kepada Kompas.com, Senin (14/9/2015).

Menurut Susetio, dalam perkara jual beli anak, yang bertanggungjawab adalah penjual dan pembeli. Sedangkan saksi yang diduga terlibat, tidak dapat dijerat hukum karena tidak menerima aliran dana dari transaksi jual beli bayi.

"Saksi bisa kita tangkap kalau dia menerima uang dan menguntungkan diri sendiri sebagai perantara. Nah itu kena. Tapi, kalau tidak menerima uang, ia berstatus sebagai saksi aja di persidangan," terang Susetio.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menemukan indikasi saksi menerima aliran dana dari transaksi tersebut. Namun, Susetio berjanji, akan mengusut terkait aliran dana ke sejumlah saksi. Pasalnya, Susetio berpendapat jika proses hukum kasus tersebut hanya bisa sempurna jika ada aliran dananya.

"Kita akan periksa saksi. Semua kemungkinan akan kita dalami. Tapi untuk menuntut, tetap kita akan berpedoman apakah mereka memang ikut menerima uang atau tidak," papar Susetio.

Sebelumnya, saat transaksi berlangsung, Rn sempat mendatangi saksi I, Sulistini alias Lilis (30) di Jalan Bakti VIII, RT 006/006, Cilincing, 11 September lalu. Kedatangan tersebut, dilakukan Rn guna meminta tolong kepada Lilis untuk mencarikan pihak ketiga untuk mengadopsi anaknya yang baru lahir. Mengingat, kedua pasangan Rn dan DJ merasa tidak sanggup untuk mengurus bayinya yang baru lahir.

Namun, keduanya meminta syarat, agar mengadopsi bayi, bersedia membayar uang terkait biaya persalinan bayinya sebesar Rp 7 juta. Kemudian, Lilis justru menghubungi Latifah, warga Asrama Polisi, Blok E RT 06/07, Cilincing.

Setelah mendengar keinginan Rn, Latifah lantas menghubungi Neti yang juga berdomisili di Asrama Polisi. Kemudian, Neti pun menghubungi Haryono (44), yang diketahui belum memiliki anak meski telah menikah selama delapan tahun. Perpindahan pengasuhan anak pun terjadi setelah Rn dan Haryono, membuat surat perjanjian yang disepakati keduanya.

"Mereka bikin surat pernyataan bermaterai," tutur Susetio.

Meski demikian, kedua pasangan yang diduga membeli bayi malang tersebut tetap dijerat pasal 79 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. "Jika terbukti bersalah, keduanya terancam hukuman penjara maksimal lima tahun penjara," demikian Susetio.

Sementara itu, meski mengaku sudah menikah sirih, kedua tersangka Rn dan DJ, dijerat dengan pasal 83, dalam Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 35 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

Megapolitan
UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

Megapolitan
Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ada 732 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24 Pasien Meninggal dalam Sehari

Ada 732 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24 Pasien Meninggal dalam Sehari

Megapolitan
Viral 2 Pengemudi Ojek Online Masuk Tol Angke 1, Polisi: Ngakunya Tersasar, Sudah Ditilang

Viral 2 Pengemudi Ojek Online Masuk Tol Angke 1, Polisi: Ngakunya Tersasar, Sudah Ditilang

Megapolitan
Loloskan Kendaraan di Check Point Cikarang Barat, Polisi: Pasti Terjaring di Penyekatan Berikutnya

Loloskan Kendaraan di Check Point Cikarang Barat, Polisi: Pasti Terjaring di Penyekatan Berikutnya

Megapolitan
Nekat Mudik Naik Truk Pengangkut Motor, 10 Pemudik Terjaring Razia di GT Cikupa

Nekat Mudik Naik Truk Pengangkut Motor, 10 Pemudik Terjaring Razia di GT Cikupa

Megapolitan
Acara Kelulusan SMAN 81 di Balai Sudirman Dibubarkan Satpol PP, Panitia Diberi Teguran Tertulis

Acara Kelulusan SMAN 81 di Balai Sudirman Dibubarkan Satpol PP, Panitia Diberi Teguran Tertulis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X