Ini Penyebab Masih Adanya Sisa PMP Rp 200 Miliar di PT MRT

Kompas.com - 16/09/2015, 14:53 WIB
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermawan Dwiatmoko (kiri) dan Direktur Utama PT MRT Dono Boestami, usai menghadiri seminar tentang pembangunan MRT Jakarta, di Jakarta, Kamis (4/6/2015). Kompas.com/Alsadad RudiDirektur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermawan Dwiatmoko (kiri) dan Direktur Utama PT MRT Dono Boestami, usai menghadiri seminar tentang pembangunan MRT Jakarta, di Jakarta, Kamis (4/6/2015).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Keuangan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Tukiyat menyebut, pihaknya mengalami kesulitan menemukan lokasi untuk kantor tetap. Hal itulah yang menyebabkan adanya sisa penyertaan modal pemerintah (PMP) yang mencapai Rp 200 miliar.

Menurut Tukiyat, perlunya PT MRT memiliki kantor tetap disebabkan sampai saat ini mereka masih menyewa kantor di Wisma Nusantara.

Dia mengatakan, kantor tetap PT MRT nantinya direncanakan akan berlokasi di seputaran Jalan Sudirman-Thamrin.

"Tetapi, kan mencari kantor di Sudirman-Thamrin itu tidak mudah. Itulah yang menyebabkan sampai saat ini masih ada saldo," ujar dia kepada Kompas.com, Rabu (16/9/2015).


Tukiyat mengatakan, karena sudah dianggarkan untuk pembelian kantor, anggaran Rp 200 miliar itu tidak bisa lagi diutak-atik. (Baca: Ada Dana dari Jepang, PT MRT Tetap Minta Modal ke Pemprov DKI)

Hal itulah yang membuat pihak MRT mengajukan kembali PMP sebesar Rp 149 miliar pada tahun 2016.

Dia mengatakan, dana PMP dibutuhkan untuk operasional perusahaan. Ia menyebut operasional perusahaan tidak boleh menggunakan dana dari Japan International Coorporation Agency (JICA).

Sebab, dana JICA hanya boleh digunakan untuk kegiatan konstruksi. "Karena sudah ada peruntukannya, ya tidak bisa diubah-ubah lagi kan," ujar dia.

Sebagai informasi, pada rapat pembahasan kebijakan umum anggaran dan plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) 2016, Senin kemarin, Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta mempertanyakan alasan PT MRT Jakarta mengajukan PMP sebesar Rp 149 miliar pada tahun 2016.

Banggar DPRD menilai pengajuan tersebut tidak tepat. Sebab, PT MRT masih memiliki sisa PMP dari tahun-tahun sebelumnya yang nilainya mencapai Rp 200 miliar.

"Daripada masuk ke dana Bapak, mending ke yang lain yang lebih perlu. Uang yang sudah Bapak tumpuk dari tahun lalu ada berapa? Berapa, Pak? Berapa?" kata salah seorang anggota Banggar, Ferrial Sofyan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Megapolitan
Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Megapolitan
Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Megapolitan
Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Megapolitan
Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Megapolitan
Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Megapolitan
Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Megapolitan
Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Megapolitan
Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Megapolitan
Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Megapolitan
35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

Megapolitan
Benyamin Sesalkan Aksi Protes yang Libatkan Pelajar Terhadap Pembangunan Rusunami di Ciputat

Benyamin Sesalkan Aksi Protes yang Libatkan Pelajar Terhadap Pembangunan Rusunami di Ciputat

Megapolitan
Kena Protes Sekolah, Pihak Rusunami di Ciputat Akan Minimalisir Debu dari Proyek

Kena Protes Sekolah, Pihak Rusunami di Ciputat Akan Minimalisir Debu dari Proyek

Megapolitan
Dukung Bayar SPP Pakai Go-Pay, Wakil Wali Kota Bekasi: Jadi Lebih Praktis dan Transparan

Dukung Bayar SPP Pakai Go-Pay, Wakil Wali Kota Bekasi: Jadi Lebih Praktis dan Transparan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X