Korban Meninggal Kecelakaan Kopaja-Motor di Buncit Sedang Hamil Tua

Kompas.com - 16/09/2015, 15:23 WIB
Keluarga korban menyambangi Jakarta Medical Center (JMC) untuk menunggu jenazah Lilis dan Aldo, korban tewas kecelakaan di Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2015). Kompas.com/Unoviana KartikaKeluarga korban menyambangi Jakarta Medical Center (JMC) untuk menunggu jenazah Lilis dan Aldo, korban tewas kecelakaan di Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah kecelakaan yang menewaskan dua orang terjadi di Jalan Buncit Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (16/9/2015) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Salah satu tetangga korban, Amel (40), mengatakan, mereka yang menjadi korban merupakan satu keluarga yang terdiri dari sepasang suami-istri dan satu anak. Mereka bernama Gunawan, Lilis, dan Aldo. Sang istri tengah hamil tua.

"Iya, istrinya sedang hamil tua, sudah sekitar delapan bulan hamilnya," ujar dia di Rumah Sakit Jakarta Medical Center, tempat Lilis dirawat.

Siang tadi, Gunawan yang merupakan pengendara Go-Jek tengah mengantar istrinya. Mereka mengendarai sepeda motor Honda Beat dari arah Mampang. Saat akan berputar arah di sekitar Polsek Metro Pancoran, mereka ditabrak Kopaja P 612 yang melaju cepat dari arah sebaliknya.

Seharusnya, kopaja itu tidak melewati Jalan Buncit Raya. Namun, siang itu kopaja tersebut melintas cepat di jalan itu, dan menabrak sepeda motor tersebut. Alhasil, sepeda motor itu pun terpental sekitar beberapa puluh meter dari tempat kejadian.

Gunawan tewas di tempat, dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati. Sementara itu, Lilis dan Aldo yang terluka parah dibawa ke JMC, Mampang. Namun, sesampainya di JMC, nyawa mereka tak tertolong.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Fakta Polisi yang Diamuk Massa, Diduga Berkendara Ugal-ugalan dan Mobil Remuk

Empat Fakta Polisi yang Diamuk Massa, Diduga Berkendara Ugal-ugalan dan Mobil Remuk

Megapolitan
Kumpulan Fakta Kasus Biro Umrah Bodong yang Mengincar Ibu-ibu Pengajian

Kumpulan Fakta Kasus Biro Umrah Bodong yang Mengincar Ibu-ibu Pengajian

Megapolitan
Di Balik Tren Skuter Listrik di Ibu Kota...

Di Balik Tren Skuter Listrik di Ibu Kota...

Megapolitan
Ketika Iming-iming Arisan Online Tanpa Riba Menipu Warga Bekasi

Ketika Iming-iming Arisan Online Tanpa Riba Menipu Warga Bekasi

Megapolitan
Siapkan Payung, Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Diprediksi Hujan

Siapkan Payung, Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Diprediksi Hujan

Megapolitan
Kali Jambe yang Kembali Ditutupi Sampah, Tiga Kali dalam Tiga Bulan...

Kali Jambe yang Kembali Ditutupi Sampah, Tiga Kali dalam Tiga Bulan...

Megapolitan
Melihat Jalur Sepeda di Lima Kota Dunia, Bisa Jadi Contoh Bagi Jakarta

Melihat Jalur Sepeda di Lima Kota Dunia, Bisa Jadi Contoh Bagi Jakarta

Megapolitan
APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X