Kompas.com - 17/09/2015, 18:25 WIB
Pekerja merangkai komponen Tunnel Boring Machine pada proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di situs Patung Pemuda Membangun, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2015). Bor ini dirangkai untuk melubangi perut bumi di bawah Jalan Jenderal Sudirman. WARTA KOTA / ALEX SUBANPekerja merangkai komponen Tunnel Boring Machine pada proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di situs Patung Pemuda Membangun, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2015). Bor ini dirangkai untuk melubangi perut bumi di bawah Jalan Jenderal Sudirman.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pada 21 September mendatang, pembangunan moda transportasi mass rapid transit (MRT) mulai memasuki tahap pengeboran.

Namun, Basuki tidak bisa menghadiri proses awal pembangunan megaproyek moda transportasi massal berbasis rel tersebut. "Iya MRT tanggal 21 September mulai ngebor, tetapi saya tidak bisa datang," kata Basuki di Balai Kota, Kamis (17/9/2015). 

Seperti diketahui, Basuki akan berkunjung ke kota Rotterdam, Belanda, selama lima hari. Ia dijadwalkan berangkat pada 19 September dan terbang kembali ke Indonesia pada Rabu, 23 September pekan depan. [Baca: Ingat Kata Foke, Ahok Akhirnya ke Rotterdam]

Ia mengakui pengeboran tanah ini tertunda dari agenda awal. Sedianya, pengeboran dilaksanakan pada awal September ini. Meskipun demikian, ia memastikan, secara keseluruhan tidak akan mengganggu jadwal yang ada.

"Lalu lintas juga enggak akan terganggu kok. Kan konstruksinya itu ada di bawah tanah," kata Basuki.

Mesin bor ini telah tiba di Jakarta pada awal Agustus lalu. Setidaknya, ada dua mesin bor yang digunakan.

Satu unit TBM sudah berada di lokasi pengeboran pertama, yaitu di Patung Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat. Sementara itu, satu unit lagi sedang dirakit di tempat perakitan di Cakung, Jakarta Timur, sebelum dibawa ke lokasi pengeboran stasiun bawah tanah MRT lainnya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun panjang mesin bor mencapai 80 meter dan memiliki diameter 6,7 meter. Karena itu, saat dikirim dari Jepang, mesin bor dipisahkan menjadi beberapa bagian, kemudian dirakit kembali di Jakarta.

Pengeboran akan mulai dilakukan di titik proyek Patung Pemuda Senayan dan akan dilakukan pekerjaan penggalian serta konstruksi terowongan bawah tanah ke arah Utara menuju titik Setiabudi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Megapolitan
Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Megapolitan
Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Megapolitan
Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Megapolitan
Fakta Penangkapan Direktur TV Swasta, Disebut Sebarkan Konten Provokatif di YouTube dan Raup Untung Miliaran

Fakta Penangkapan Direktur TV Swasta, Disebut Sebarkan Konten Provokatif di YouTube dan Raup Untung Miliaran

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Dapat Bantuan Makan 2 Kali Sehari

Korban Kebakaran di Krendang Dapat Bantuan Makan 2 Kali Sehari

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman di Tambora

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman di Tambora

Megapolitan
UPDATE 15 Oktober: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 55 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 15 Oktober: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 55 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Zaim Saidi Ingin Gandeng MUI dan BAZNAS untuk Lanjutkan Zakat Dinar-dirham di Pasar Muamalah

Zaim Saidi Ingin Gandeng MUI dan BAZNAS untuk Lanjutkan Zakat Dinar-dirham di Pasar Muamalah

Megapolitan
DKI Jakarta Peringkat Kedua PON XX Papua

DKI Jakarta Peringkat Kedua PON XX Papua

Megapolitan
Kapolres Kota Tangerang Siap Mundur dari Jabatannya, jika...

Kapolres Kota Tangerang Siap Mundur dari Jabatannya, jika...

Megapolitan
Zaim Saidi Divonis Tak Bersalah, Pasar Muamalah di Depok Akan Jalan Lagi

Zaim Saidi Divonis Tak Bersalah, Pasar Muamalah di Depok Akan Jalan Lagi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.