Bangun Masjid di Balai Kota, Ahok Ingin Konsep Nabi Muhammad Digunakan

Kompas.com - 18/09/2015, 15:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Plh Sekda Mara Oloan Siregar, Asisten Sekda bidang Pemerintahan DKI Bambang Sugiyono, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Ika Lestari Aji, Deputi Gubernur bidang Pengendalian Kependudukan Pemukiman Syahrul Effendi, Deputi Gubernur bidang Industri Perdagangan dan Transportasi Soetanto Soehodho, dan Didin Hafihudin saat melakukan groundbreaking atau peletakkan batu pertama pembangunan masjid di Balai Kota, Jumat (18/9/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Plh Sekda Mara Oloan Siregar, Asisten Sekda bidang Pemerintahan DKI Bambang Sugiyono, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Ika Lestari Aji, Deputi Gubernur bidang Pengendalian Kependudukan Pemukiman Syahrul Effendi, Deputi Gubernur bidang Industri Perdagangan dan Transportasi Soetanto Soehodho, dan Didin Hafihudin saat melakukan groundbreaking atau peletakkan batu pertama pembangunan masjid di Balai Kota, Jumat (18/9/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginginkan pembangunan masjid di Balai Kota dapat berguna bagi seluruh warga Ibu Kota. Bahkan, ia berharap masjid Balai Kota tidak hanya dipergunakan untuk beribadah, tetapi juga untuk mengetahui warga yang membutuhkan. 

"Bagaimana pejabat yang tiap kali datang (ke masjid) selalu diingatkan apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad, yakni dengan konsep berbagi dan memperhatikan atau sharing and caring," kata Basuki saat groundbreaking pembangunan masjid Balai Kota, Jumat (18/9/2015). 

Dengan demikian, lanjut dia, hal itu dapat mengadministrasi keadilan sosial. Jika ada yang belum memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP), warga dapat difasilitasi. Begitu pula dengan fasilitas lainnya.

Basuki menjelaskan, masjid Balai Kota sebelumnya merupakan Mushala Fatahillah. Mushala itu awalnya hanya gedung biasa yang dimanfaatkan untuk tempat shalat.


Basuki mengaku malu karena Balai Kota atau Kantor Gubernur DKI tidak memiliki masjid, sedangkan Kantor Wali Kota memiliki masjid yang mewah dan bagus.

"Pas safari Ramadhan, saya ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat, itu masjidnya bagus banget. Lalu, saya sadar, Balai Kota kok enggak ada masjid. Waktu saya dipanggil Pak Wapres, masjidnya juga bagus. Dia (Jusuf Kalla) bilang, 'Kenapa enggak bikin?' Terus saya dikasih desain pembangunan masjidnya dan saya pilih desain yang kelihatan masjidnya," kata Basuki. 

Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI membangun masjid dan renovasi Blok D Balai Kota dengan anggaran sebesar Rp 18.838.138.000. Pembangunan masjid ini dilakukan untuk menggantikan Mushala Fatahillah yang berlokasi di Blok D.

Masjid Balai Kota direncanakan terdiri dari dua lantai dengan lantai 1 seluas 410 meter persegi dan lantai 2 seluas 594 meter persegi. Daya tampung masjid Balai Kota mencapai 1.513 anggota jemaah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ivan Gunawan Akui Gunakan Jasa Pembuatan Lipatan Kelopak Mata Ilegal pada 2016

Ivan Gunawan Akui Gunakan Jasa Pembuatan Lipatan Kelopak Mata Ilegal pada 2016

Megapolitan
Jelang Akhir Tahun, Penjual Pernak-pernik di Asemka Sulap Toko Bertema Natal

Jelang Akhir Tahun, Penjual Pernak-pernik di Asemka Sulap Toko Bertema Natal

Megapolitan
Politikus PSI: Buka Anggaran dalam Rapat Diprotes, di Luar Juga, Harus Buka di Mana Lagi?

Politikus PSI: Buka Anggaran dalam Rapat Diprotes, di Luar Juga, Harus Buka di Mana Lagi?

Megapolitan
Polres Metro Jakarta Utara Periksa Artis Ivan Gunawan Terkait Kasus Salon Kecantikan Ilegal di PIK

Polres Metro Jakarta Utara Periksa Artis Ivan Gunawan Terkait Kasus Salon Kecantikan Ilegal di PIK

Megapolitan
Petugas Dishub Kewalahan Adang Pengendara yang Terobos Putaran Flyover Dr Satrio

Petugas Dishub Kewalahan Adang Pengendara yang Terobos Putaran Flyover Dr Satrio

Megapolitan
Lindungi DJ Nathalie yang Digoda, Asisten Dianiaya Mantan Suami Artis Dina Lorenza

Lindungi DJ Nathalie yang Digoda, Asisten Dianiaya Mantan Suami Artis Dina Lorenza

Megapolitan
Pembatas Putaran 'U-Turn' Jalan Dr Satrio Dibongkar Paksa oleh Warga

Pembatas Putaran "U-Turn" Jalan Dr Satrio Dibongkar Paksa oleh Warga

Megapolitan
Setelah Viral di Medsos, PKL yang Halangi Mobil Damkar di Tanah Abang Ditertibkan

Setelah Viral di Medsos, PKL yang Halangi Mobil Damkar di Tanah Abang Ditertibkan

Megapolitan
Taman Benyamin Sueb Direvitalisasi, Ruang Terbuka untuk Seniman Diperluas

Taman Benyamin Sueb Direvitalisasi, Ruang Terbuka untuk Seniman Diperluas

Megapolitan
Tuding Politikus PSI Bocorkan Materi Rapat, Ini Sepak Terjang Politikus PDI-P Cinta Mega

Tuding Politikus PSI Bocorkan Materi Rapat, Ini Sepak Terjang Politikus PDI-P Cinta Mega

Megapolitan
Setelah 5 Jam Mencari, Petugas Damkar Gagal Tangkap Ular Kobra yang Resahkan Warga Ciracas

Setelah 5 Jam Mencari, Petugas Damkar Gagal Tangkap Ular Kobra yang Resahkan Warga Ciracas

Megapolitan
Orang dengan Masalah Kejiwaan Berontak Saat Diamankan, Uang Jutaan Rupiah yang Dibawa Berserakan di Jalan

Orang dengan Masalah Kejiwaan Berontak Saat Diamankan, Uang Jutaan Rupiah yang Dibawa Berserakan di Jalan

Megapolitan
Dituduh Beberkan Anggaran Komputer Rp 128 Miliar, Siapa Anggota DPRD Anthony Winza Probowo?

Dituduh Beberkan Anggaran Komputer Rp 128 Miliar, Siapa Anggota DPRD Anthony Winza Probowo?

Megapolitan
Politisi PSI Bantah Sebarkan Materi Rapat DPRD DKI seperti Dituding Kader PDI-P

Politisi PSI Bantah Sebarkan Materi Rapat DPRD DKI seperti Dituding Kader PDI-P

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Underpass Senen

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Underpass Senen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X