Saat itu, Usman tengah membonceng seorang penumpang bernama Monic (17). Menurut saksi mata, ia melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Diduga, ia kehilangan keseimbangan hingga menabrak trotoar.
"Menurut penuturan saksi mata di sana, memang cukup kencang jalannya. Pengemudinya menabrak trotoar dari jalur cepat. Motornya sampai mental 15 meter. Pengemudinya meninggal di tempat," kata petugas piket Sat Lantas Polres Jakarta Pusat Brigadir Arif saat dihubungi Kompas.com, Sabtu siang.
Sementara itu, Monic yang ikut terjatuh tidak mengalami luka serius. Baik Usman maupun Monic kini langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Tarakan.
Sejumlah pengojek dari GrabBike juga telah memenuhi RS Tarakan sebagai bentuk solidaritas terhadap temannya yang meninggal.
Dihubungi terpisah, Marketing Manager GrabBike Kiki Rizki menyebutkan, Usman akan mendapat santunan karena terproteksi polis asuransi sebesar Rp 15 juta untuk kematian akibat kecelakaan.
"Kami juga kaget banget, Mas. Saat ini, kami masih fokus untuk mendampingi keluarga korban dan memastikan keluarga yang ditinggalkan serta penumpang dapat dukungan dan asistensi yang terbaik," ujar Kiki.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanSegera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.