Kompas.com - 19/09/2015, 16:27 WIB
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pengojek berbasis aplikasi dari GrabBike, Usman (31), meninggal akibat mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Balikpapan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2015) pagi.

Saat itu, Usman tengah membonceng seorang penumpang bernama Monic (17). Menurut saksi mata, ia melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Diduga, ia kehilangan keseimbangan hingga menabrak trotoar.

"Menurut penuturan saksi mata di sana, memang cukup kencang jalannya. Pengemudinya menabrak trotoar dari jalur cepat. Motornya sampai mental 15 meter. Pengemudinya meninggal di tempat," kata petugas piket Sat Lantas Polres Jakarta Pusat Brigadir Arif saat dihubungi Kompas.com, Sabtu siang.

Sementara itu, Monic yang ikut terjatuh tidak mengalami luka serius. Baik Usman maupun Monic kini langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Tarakan.

Sejumlah pengojek dari GrabBike juga telah memenuhi RS Tarakan sebagai bentuk solidaritas terhadap temannya yang meninggal.

Dihubungi terpisah, Marketing Manager GrabBike Kiki Rizki menyebutkan, Usman akan mendapat santunan karena terproteksi polis asuransi sebesar Rp 15 juta untuk kematian akibat kecelakaan.

"Kami juga kaget banget, Mas. Saat ini, kami masih fokus untuk mendampingi keluarga korban dan memastikan keluarga yang ditinggalkan serta penumpang dapat dukungan dan asistensi yang terbaik," ujar Kiki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajuan Banding atas UMP DKI, Anies: Tunggu Putusannya di PTUN

Ajuan Banding atas UMP DKI, Anies: Tunggu Putusannya di PTUN

Megapolitan
F-PDIP DKI Jakarta Desak Pemprov Segera Buka Hasil Audit Formula E

F-PDIP DKI Jakarta Desak Pemprov Segera Buka Hasil Audit Formula E

Megapolitan
BERITA FOTO: Sembako Bantuan Sosial Presiden Dikubur di Depok

BERITA FOTO: Sembako Bantuan Sosial Presiden Dikubur di Depok

Megapolitan
Sembako Bantuan Presiden Dikubur di Depok sejak 2020, Ini Pengakuan Penggali Tanahnya

Sembako Bantuan Presiden Dikubur di Depok sejak 2020, Ini Pengakuan Penggali Tanahnya

Megapolitan
Biaya Retribusi Kios Pedagang Hewan di Pasar Barito Dipastikan Tak Naik Setelah Revitalisasi

Biaya Retribusi Kios Pedagang Hewan di Pasar Barito Dipastikan Tak Naik Setelah Revitalisasi

Megapolitan
Soal Timbunan Beras Bantuan Presiden di Depok, Penggali Lubang: Awalnya Diminta Buat 'Septic Tank'

Soal Timbunan Beras Bantuan Presiden di Depok, Penggali Lubang: Awalnya Diminta Buat "Septic Tank"

Megapolitan
Viral Video Bocah Main Sambil Bawa Ranting di Jalur Transjakarta Jembatan Besi, Ini Penjelasannya

Viral Video Bocah Main Sambil Bawa Ranting di Jalur Transjakarta Jembatan Besi, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Beberapa Kali Absen, Anies Kembali Hadiri Rapat Paripurna yang Digelar DPRD DKI

Beberapa Kali Absen, Anies Kembali Hadiri Rapat Paripurna yang Digelar DPRD DKI

Megapolitan
Tukang Antar Ayam Dipepet Komplotan Begal di Pulogadung, Motornya Dibawa Kabur

Tukang Antar Ayam Dipepet Komplotan Begal di Pulogadung, Motornya Dibawa Kabur

Megapolitan
13 Rumah di Neglasari Tangerang Terbakar Diduga akibat Korsleting

13 Rumah di Neglasari Tangerang Terbakar Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 31 Juli 2022: Tambah 172 Kasus Covid-19 di Tangerang, Totalnya Jadi 78.888

UPDATE 31 Juli 2022: Tambah 172 Kasus Covid-19 di Tangerang, Totalnya Jadi 78.888

Megapolitan
Tukang Antar Ayam Dipepet Komplotan Begal di Pulogadung, lalu Didorong dan Diancam Pisau

Tukang Antar Ayam Dipepet Komplotan Begal di Pulogadung, lalu Didorong dan Diancam Pisau

Megapolitan
Bau Tak Sedap Muncul dari Timbunan Sembako Bantuan Presiden di Depok

Bau Tak Sedap Muncul dari Timbunan Sembako Bantuan Presiden di Depok

Megapolitan
Bharada E Minta Perlindungan LPSK, Pengacara Brigadir J: Dia Ini Terancam dari Siapa?

Bharada E Minta Perlindungan LPSK, Pengacara Brigadir J: Dia Ini Terancam dari Siapa?

Megapolitan
Ketika Kapolda Metro Jaya Beri Maaf dan Lepaskan Tersangka Penyunting Artikel Profilnya di Wikipedia...

Ketika Kapolda Metro Jaya Beri Maaf dan Lepaskan Tersangka Penyunting Artikel Profilnya di Wikipedia...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.