Kompas.com - 19/09/2015, 22:58 WIB
Sales promotion girl (SPG) di mal hewan kurban milik Haji Doni di Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9/2015). Haji Doni menyulap showroom mobil miliknya menjadi lapak penjualan hewan kurban dan menggunakan SPG untuk menarik konsumen. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSales promotion girl (SPG) di mal hewan kurban milik Haji Doni di Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9/2015). Haji Doni menyulap showroom mobil miliknya menjadi lapak penjualan hewan kurban dan menggunakan SPG untuk menarik konsumen.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Seperti hari sebelumnya, merias wajah merupakan kewajiban Junita (20) saat bertugas sebagai sales promotion girl (SPG). Hari ini, dia berpenampilan ala cowgirl, mengenakan kemeja berpadu celana jins, serta topi lebar dan sepatu boots.

Seperti SPG pada umumnya, Junita dan lima rekan lainnya harus tetap tersenyum, sekalipun harus berjalan di antara sapi yang sedang memamah biak dengan aroma kotorannya yang menyengat.

"Sudah biasa. Paling adaptasi hari pertama aja. Selanjutnya, tidak terlalu masalah," ujarnya saat ditemui di showroom mobil milik H Doni (50) yang disulap menjadi "mal hewan kurban", di Jalan Akses UI Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/9/2015) siang.

Doni memang selalu mengubah showroom mobilnya menjadi showroom hewan kurban setiap menjelang hari raya Idul Adha.

Selain Junita, ada lima SPG lain, yakni Mayang (21), Vani (21), Dea (24), Indri (22)m dan Fani (19), yang tampil dandanan serupa. Mereka tak lagi risih dengan kondisi di tempat tersebut. Keenam SPG itu bertugas di tempat itu selama 20 hari sejak tanggal 3 September lalu.

"Mulai kerja pukul 09.00 pagi sampai pukul 09.00 malam. Lama-lama juga terbiasa. Makan di sini, sudah cuek," kata warga Depok tersebut seraya tertawa.

Meski demikian, Junita pernah diledek pacarnya saat bau kotoran sapi masih menempel di tubuhnya. Bau sapi dan kotorannya memang sulit dihilangkan, khususnya dari pakaian dan rambut, setelah ia bekerja selama 12 jam di sekitar ternak.

"Pasti masih nempel baunya, apalagi di rambut. Pacar saya sering ngeledekin, bau sapi," kata perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai petugas administrasi salah satu properti milik Doni.

Teman Junita, Mayang, juga mengalami hal yang sama. Dia merasa tidak canggung lagi ketika harus berurusan dengan sapi selama 20 hari. Padahal, ia biasanya bekerja di ruangan berpendingin di rumah pemotongan hewan Tapos, juga milik Doni.

"Lagian kan kami cuma memandu pembeli, tidak berurusan langsung dengan kondisi sapi. Cuma, kalau bau, ya mau gimana lagi. Namanya juga kandang sapi," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Megapolitan
Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X