DPRD DKI Usulkan Penutupan Diskotek di Seluruh Jakarta

Kompas.com - 25/09/2015, 12:52 WIB
Rapat panitia khusus laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta, di Gedung DPRD DKI, Senin (7/9/2015) Kompas.com/Alsadad RudiRapat panitia khusus laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta, di Gedung DPRD DKI, Senin (7/9/2015)
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengungkapkan keresahannya melihat tindak pidana yang terjadi akibat maraknya tempat hiburan diskotek di Jakarta. Hal ini dia ungkapkan dalam rapat pembahasan peraturan daerah tentang pariwisata bersama dengan eksekutif di Gedung DPRD DKI.

"Saya juga sebagai pengusaha tahu bagaimana sepak terjang hiburan malam di daerah Jakarta Pusat, Jakarta Barat. Di situ banyak sekali yang sampai hari ini tempat tersebut menjadi ajang peredaran narkotika," ujar Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (25/9/2015).

Prasetio pun menyarankan kepada Pemerintah Provinsi DKI supaya memperketat kembali jam operasional diskotek. Dia menyarankan agar diskotek dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 00.00 WIB saja setiap harinya.

Biasanya, diskotek diberi waktu untuk tutup pada pukul 02.00 WIB. Prasetio mengatakan, jam operasional yang berlaku saat ini masih sering dicurangi oleh pelaku usaha.


Biasanya mereka baru akan benar-benar tutup pada pukul 03.00 WIB. "Yang seperti itu tolong disadarkanlah, kalau perlu semua tempat diskotek ditutup saja," ujar Prasetio.

Hal tersebut dipertegas oleh Ketua Fraksi Partai Hanura Mohamad "Ongen" Sangaji. Ongen sepakat bahwa diskotek kini kerap menjadi tempat peredaran narkoba.

Dia mengatakan, penangkapan pemakai narkoba yang biasa dilakukan polisi setiap dini hari biasanya dilakukan di dekat area diskotek. "Maka, menurut hemat saya, diskotek sebaiknya ditutup saja," ujarnya.

Pada rapat tersebut, eksekutif yang dihadiri oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Dinas Kepariwisataan. Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik pun memberikan waktu kepada tim eksekutif untuk mendiskusikan usulan Dewan tersebut.

"Kita beri waktu untuk mendiskusikan, nanti kita tentukan jadwal rapat berikutnya. Apakah diskotek ditutup sama sekali atau ditentukan jam operasionalnya hanya sampai pukul 00.00 WIB," ujar Taufik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X