Kompas.com - 28/09/2015, 19:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri acara Jalan Sehat KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri acara Jalan Sehat "Melawan Pikun" World Alzheimer’s Month, di Pintu Barat Daya Monas?, Jakarta, Minggu (27/9/2015). 
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membuka kesempatan bagi kalangan profesional muda dan mahasiswa untuk mengikuti program magang di kantornya, Balai Kota DKI. Basuki mengaku ingin menghilangkan stigma negatif politisi atau pejabat yang korupsi di mata anak-anak muda. 

"Saya ingin lebih banyak orang mau terjun ke politik. Stigma orang kan gitu, yang namanya politisi kan pasti korup, pasti malas, pasti enggak transparan. Dengan anak-anak magang ke sini (Balai Kota), kan dia satu ruangan dengan saya. Dia bisa masuk keluar ruangan," kata Basuki di Balai Kota, Senin (28/9/2015). 

Anak-anak magang dengan demikian bisa mengetahui kesehariannya. Selain itu, mereka bisa melihat bagaimana kinerja Basuki, pejabat DKI, dan pegawai negeri sipil (PNS) DKI.

Anak-anak magang itu pun belajar di dalam satu ruangan yang sama dengan ruang kerja Basuki. Oleh karena itu, Basuki berharap, stigma negatif tentang politisi bisa menghilang.

Di sisi lain, Basuki mengaku tidak mengajak PNS DKI mengikuti program magangnya. "Kalau PNS mau magang kan langsung di PTSP (pelayanan terpadu satu pintu), dan langsung melayani orang. Kan kalau kita mau bangun negeri mesti ada politisi, PNS, dan TNI/Polri. Kalau PNS dan TNI/Polri kan sudah sadar mereka mau menjadi itu, kalau politisi sebelumnya banyak yang tidak mau (jadi politisi)," kata Ahok, sapaan Basuki. 

"Mereka pasti berpikir di dalam (birokrasi DKI), saya mana tahan sih sama tekanan. Nah kalau dia masuk ke kita, dia mulai lihat kan gimana cara tipu-menipu oknum PNS, berkas dimainin, mereka langsung lihat semua," kata Basuki.

Di samping itu, Basuki mengaku tidak memberi gaji kepada para anak magang. Ia hanya memberi uang transpor dari biaya operasional yang diterimanya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Program magang ini akan berjalan selama sepuluh pekan, mulai 5 Oktober sampai 11 Desember 2015.

Persyaratan mengikuti program magang di Balai Kota adalah mengirimkan curriculum vitae (CV) maksimal dua lembar, surat lamaran, transkrip nilai, dan surat rekomendasi dari pimpinan lembaga atau perguruan tinggi.

Calon peserta magang juga harus melampirkan esai sepanjang 500 kata yang mengulas motivasi mereka untuk mengikuti program, rekomendasi kebijakan, atau pembahasan program unggulan DKI.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Megapolitan
Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Hampir Seluruh PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Hampir Seluruh PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

Megapolitan
Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Megapolitan
ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

Megapolitan
UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Megapolitan
Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Megapolitan
Keluarga Napi Tewas akibat Kebakaran Lapas Tangerang Akan Gugat Pemerintah ke PTUN

Keluarga Napi Tewas akibat Kebakaran Lapas Tangerang Akan Gugat Pemerintah ke PTUN

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.