Kompas.com - 29/09/2015, 17:15 WIB
Bus transjabodetabek Koridor Bekasi (Harapan Indah)-Jakarta (Pasar Baru) melintas di Jalan Letjen R Suprapto, Jakarta Pusat, Selasa (25/8). Meski operasionalnya sempat tertunda, kehadiran bus transjabodetabek menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan angkutan massal terintegrasi. KOMPAS/PRIYOMBODOBus transjabodetabek Koridor Bekasi (Harapan Indah)-Jakarta (Pasar Baru) melintas di Jalan Letjen R Suprapto, Jakarta Pusat, Selasa (25/8). Meski operasionalnya sempat tertunda, kehadiran bus transjabodetabek menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan angkutan massal terintegrasi.
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS — Sebagian masyarakat masih enggan menggunakan bus-bus transjabodetabek yang sudah beroperasi sejak sebulan lalu. Tarif yang dinilai terlalu tinggi menjadi salah satu alasan. Perlu segera disusun skema bisnis moda transportasi massal ini agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Berdasarkan pengamatan Kompas, Senin (28/9/2015), bus-bus transjabodetabek ini masih sepi penumpang di dua rute, yakni Pasar Baru-Harapan Indah (Bekasi) dan Poris Plawad (Tangerang)- Kemayoran.

Transjabodetabek saat ini melayani empat trayek, yakni Depok-PGC (Pusat Grosir Cililitan)-Grogol, Pasar Baru-Harapan Indah, Poris Plawad-Kemayoran, dan Ciputat-Blok M.

Di jalur Pasar Baru-Harapan Indah, banyak penumpang yang memilih naik dan turun bus transjabodetabek di Halte Ujung Menteng, Jakarta Timur. Halte tersebut adalah halte transjakarta terakhir sebelum Halte Harapan Indah di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dengan naik atau turun di Halte Ujung Menteng, penumpang hanya dikenai tarif transjakarta sebesar Rp 3.500. Sementara itu, jika meneruskan perjalanan hingga Harapan Indah, penumpang harus membayar tiket transjabodetabek seharga Rp 9.000.

Nurdian Harahap (26), penumpang transjabodetabek asal Bekasi, menilai tarif Rp 9.000 itu masih mahal.

Senin pagi hingga sore kemarin, bus-bus warna biru itu rata-rata hanya mengangkut 10-12 penumpang dari Halte Harapan Indah. Padahal, setiap bus berkapasitas sekitar 70 penumpang.

Sepinya penumpang dari Halte Harapan Indah juga dibenarkan salah seorang pengemudi bus transjabodetabek, Ade Romadona. Menurut dia, penumpang hanya ramai pada jam-jam sibuk berangkat dan pulang kerja.

Ade mengakui, banyak warga Bekasi yang memilih naik dan turun bus itu di Halte Ujung Menteng agar tak terkena tarif Rp 9.000. Bahkan, ada juga warga yang memilih menggunakan angkutan lain ke arah Jakarta karena lebih murah.

"Kadang-kadang, saya lebih suka naik angkot 31 jurusan Pulogadung karena tarifnya hanya Rp 5.000. Selain mudah diakses, angkot bisa sampai ke Pulogadung lebih cepat," kata Gunawan Abidin (48), warga Jalan Raya Bekasi Timur, Bekasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

Megapolitan
12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Megapolitan
Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Megapolitan
Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Megapolitan
Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Megapolitan
Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Megapolitan
Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Megapolitan
Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.