Kontraktor di Kampung Pulo Tanggung Biaya Pengobatan Korban Alat Berat

Kompas.com - 02/10/2015, 13:24 WIB
Alat berat jatuh di lokasi penertiban Kampung Pulo, Jakarta Timur. KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMAlat berat jatuh di lokasi penertiban Kampung Pulo, Jakarta Timur.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Kontraktor proyek normalisasi di Kampung Pulo berjanji menanggung biaya Yulianti (14), korban roboh alat berat di proyek tersebut. Kepastian ini disampaikan oleh ayah Yuli, Edi Bachtiar (46) saat ditemui di Rumah Sakit Budhi Asih, Jakarta Timur.

"Dari kontraktor dia juga siap tanggung jawan dengan cara kekeluargaan," kata Edi kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Edi menuturkan pihak kontraktor telah bertemu dengan dirinya sejak malam. Pembicaraan mengenai biaya Yuli dan kompensasi juga telah rampung. "Semua pelunasan ditanggung proyek dan langsung ke rumah sakit," kata Edi.

Hari ini rencananya Yuli menjalani operasi di bagian kiri lehernya yang terkena ujung ranting. Sementara itu, untuk kompensasi Edi, kontraktor memberikan dana santunan sebesar Rp 3.000.000. Uang tersebut untuk keseharian Edi dan keluarga di rumah sakit.

Yuli merupakan korban ambruknya alat berat di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2015). Saat itu, ia sedang berada di bawah pohon yang tertimpa alat berat terlebih dahulu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelakuan Pembeli Borong Minyak Goreng Rp 14.000, Ajak Sekeluarga karena Pembelian Dibatasi

Kelakuan Pembeli Borong Minyak Goreng Rp 14.000, Ajak Sekeluarga karena Pembelian Dibatasi

Megapolitan
Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Wacana Hentikan Sementara Aturan Ganjil Genap

Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Wacana Hentikan Sementara Aturan Ganjil Genap

Megapolitan
51 Guru dan Siswa di Sekolah Insan Cendekia Madani Serpong Positif Covid-19

51 Guru dan Siswa di Sekolah Insan Cendekia Madani Serpong Positif Covid-19

Megapolitan
Kronologi Polantas Ditabrak Pemotor yang Terobos Jalur Transjakarta di Simpang PGC

Kronologi Polantas Ditabrak Pemotor yang Terobos Jalur Transjakarta di Simpang PGC

Megapolitan
Sindir Anies Tak Turun Cek Lokasi Formula E, PSI: Padahal ke Warteg Saja Sempat

Sindir Anies Tak Turun Cek Lokasi Formula E, PSI: Padahal ke Warteg Saja Sempat

Megapolitan
Vaksinasi Dosis Ketiga secara 'Door to Door' Jangkau Lansia di Utan Panjang

Vaksinasi Dosis Ketiga secara "Door to Door" Jangkau Lansia di Utan Panjang

Megapolitan
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Bunuh Istrinya di Duren Sawit

Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Bunuh Istrinya di Duren Sawit

Megapolitan
Berbincang lewat Zoom dengan Rahmat Effendi yang Ditahan KPK, Golkar Bekasi Klaim Tak Langgar Aturan

Berbincang lewat Zoom dengan Rahmat Effendi yang Ditahan KPK, Golkar Bekasi Klaim Tak Langgar Aturan

Megapolitan
Berlokasi di Dekat Klaster Covid-19 Krukut, SMKN 35 Hentikan PTM karena Temuan Kasus Positif

Berlokasi di Dekat Klaster Covid-19 Krukut, SMKN 35 Hentikan PTM karena Temuan Kasus Positif

Megapolitan
5 Warga Kota Tangerang Positif Omicron, 2 di Antaranya Pelaku Perjalanan Luar Negeri

5 Warga Kota Tangerang Positif Omicron, 2 di Antaranya Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Megapolitan
Disindir Anies 'Kurang Kerjaan' karena Cek Sirkuit Formula E, PSI: Kami Paham Bapak Sangat Sibuk

Disindir Anies "Kurang Kerjaan" karena Cek Sirkuit Formula E, PSI: Kami Paham Bapak Sangat Sibuk

Megapolitan
Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Megapolitan
8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

Megapolitan
8 Tersangka Pengedar Ditangkap, Polisi Amankan 24 Kilogram Ganja

8 Tersangka Pengedar Ditangkap, Polisi Amankan 24 Kilogram Ganja

Megapolitan
Ardhito Pramono Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkobanya Tetap Berjalan

Ardhito Pramono Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkobanya Tetap Berjalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.