Kompas.com - 06/10/2015, 08:47 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budhiman dan Kepala Diskominfomas DKI Ii Karunia saat berfoto dengan siswa saat berdialog dengan siswa SMA Yayasan Al-Hidayah Jakarta Perguruan Tinggi Diponegoro?, di Balai Agung, Balai Kota, Selasa (29/9/2015).  KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budhiman dan Kepala Diskominfomas DKI Ii Karunia saat berfoto dengan siswa saat berdialog dengan siswa SMA Yayasan Al-Hidayah Jakarta Perguruan Tinggi Diponegoro?, di Balai Agung, Balai Kota, Selasa (29/9/2015). 
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum lama ini merekrut 25 orang sebagai pegawai magangnya. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan S-1 hingga yang telah menyandang gelar doktor.

"Ada yang masih S-1, banyak yang baru lulus S-1, ada yang sedang S-2, dan baru lulus S-3. Beberapa ada yang sudah punya pengalaman kerja profesional beberapa tahun," kata asisten pribadi Ahok, Michael Victor Sianipar kepada Kompas.com, Senin (5/10/2015).

Menurut Michael, sebagian besar pegawai magang berusia sekitar 24-25 tahun. Mereka dibagi ke dalam delapan kelompok kerja, masing-masing kelompok kerja bidang pendidikan, kesehatan, pariwisata dan budaya, smart city, BUMD, anggaran, infrastruktur, dan sosial.

Mereka diberikan tugas untuk mengawasi dan mengkaji kemajuan dari program-program unggulan pemerintah yang telah dijalankan. Mulai dari membahasnya dengan para penyusun kebijakan dan pelaksana lapangan, hingga turun langsung ke lapangan.

"Tujuan turun ke lapangan untuk melihat realita lapangan dan menjaring keluhan atau masukan dari warga, serta mendata bagaimana suatu program akhirnya dirasakan oleh masyarakat," ujar Michael.

Ia kemudian menyontohkan mengenai pengawasan terhadap jalannya program Kartu Jakarta Pintar. Menurut Michael, pegawai magang nantinya akan berkoordinasi dengan jajaran pejabat di Dinas Pendidikan maupun Bank DKI untuk membantu dalam proses pendataan, distribusi, maupun penggunaan oleh siswa penerimanya.

"Tim juga akan turun ke sekolah-sekolah dan masyarakat untuk memastikan KJP tepat sasaran dan tidak disalahgunakan," kata Michael.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Pademangan Barat Kesulitan Air Bersih, Pihak Aetra Sebut Ada Kebocoran Pipa

Warga Pademangan Barat Kesulitan Air Bersih, Pihak Aetra Sebut Ada Kebocoran Pipa

Megapolitan
Polisi Kirim Berkas Perkara Kasus Pornografi Dinar Candy ke Kejaksaan

Polisi Kirim Berkas Perkara Kasus Pornografi Dinar Candy ke Kejaksaan

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual Bocah Perempuan di Duren Sawit Mengontrak Dekat Rumah Korban..

Pelaku Pelecehan Seksual Bocah Perempuan di Duren Sawit Mengontrak Dekat Rumah Korban..

Megapolitan
Polisi Gerebek Toko Kosmetik di Bekasi, Ditemukan Ribuan Obat Keras Ilegal

Polisi Gerebek Toko Kosmetik di Bekasi, Ditemukan Ribuan Obat Keras Ilegal

Megapolitan
Polisi Periksa Manajer Holywings Kemang sebagai Tersangka Kasus Pelanggaran PPKM

Polisi Periksa Manajer Holywings Kemang sebagai Tersangka Kasus Pelanggaran PPKM

Megapolitan
Fraksi PDI-P dan PSI Minta Interpelasi Formula E Segera Dibahas di Rapat Paripurna

Fraksi PDI-P dan PSI Minta Interpelasi Formula E Segera Dibahas di Rapat Paripurna

Megapolitan
Kecelakaan Maut Tewaskan 4 Orang di Tol Cipali, Korban Pulang dari Kondangan

Kecelakaan Maut Tewaskan 4 Orang di Tol Cipali, Korban Pulang dari Kondangan

Megapolitan
Dampak Angin Puting Beliung Kemarin Paling Parah di Depok pada 2021

Dampak Angin Puting Beliung Kemarin Paling Parah di Depok pada 2021

Megapolitan
Anies Terbitkan Kepgub Terbaru Aturan Lengkap PPKM Level 3 di Jakarta

Anies Terbitkan Kepgub Terbaru Aturan Lengkap PPKM Level 3 di Jakarta

Megapolitan
Daftar Nomor Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Kekerasan di Kota Tangerang

Daftar Nomor Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Kekerasan di Kota Tangerang

Megapolitan
Nelayan di Pelabuhan Muara Angke Ikut Vaksinasi Covid-19 demi Melaut dan Pulang Kampung

Nelayan di Pelabuhan Muara Angke Ikut Vaksinasi Covid-19 demi Melaut dan Pulang Kampung

Megapolitan
Jumlah Korban Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Tangerang Meningkat pada 2021

Jumlah Korban Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Tangerang Meningkat pada 2021

Megapolitan
4 Fakta Laporan Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Fatia dari Kontras dan Haris Azhar

4 Fakta Laporan Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Fatia dari Kontras dan Haris Azhar

Megapolitan
Penambahan Kasus Harian Covid-19 di Jakbar Kini di Bawah 20 Orang, Satu Hari Pernah Nol Kasus

Penambahan Kasus Harian Covid-19 di Jakbar Kini di Bawah 20 Orang, Satu Hari Pernah Nol Kasus

Megapolitan
Kondisi Terkini Cahaya Swalayan di Cilandak KKO Usai Terbakar Selasa Malam

Kondisi Terkini Cahaya Swalayan di Cilandak KKO Usai Terbakar Selasa Malam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.