Kompas.com - 07/10/2015, 19:25 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2015). Jessi Carina Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2015).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - DPRD DKI Jakarta membentuk panitia khusus hibah saham RS Haji dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke Kementerian Agama. Pembentukannya ditandai dengan pembacaan keputusan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Dalam surat keputusan yang dibacakan oleh Kepala Bagian Persidangan Kesekretariatan Dewan, Purwana Ansyori, pansus hibah saham RS Haji akan diketuai oleh Abraham Lunggana alias Lulung. Ia akan didampingi oleh Pantas Nainggolan sebagai wakil.

Pansus hibah saham RS Haji beranggotakan 21 orang. Sejumlah nama yang masuk menjadi anggota di antaranya Syarif, Fajar Sidik, Tubagus Arief, Ashraf Ali, Lucky Sastrawiria, dan Neneng Hasanah.

Ditemui usai pembacaan keputusan, Wakil Ketua Pansus, Pantas Nainggolan menyebut pembentukan pansus terkait dua hal. Yang pertama menyangkut pengalihan saham Pemprov DKI di RS Haji kepada Kementerian Agama.

Selain itu, adanya permintaan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah yang ingin menjadikan rumah sakit yang berlokasi di Pondok Haji, Jakarta Timur itu sebagai rumah sakit untuk Fakultas Kedokteran di universitas tersebut.

"Itu yang akan jadi objek kerja pansus. Kita akan mempertimbangkan mana yang lebih baik. Pansus akan melihat apakah hibah itu bisa dilakukan atau tidak. Pansus akan mendalaminya," ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Pada kesempatan yang sama, salah satu anggota pansus, Ashraf Ali, mengatakan pansus dibentuk atas permintaan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, setelah beberapa waktu lalu mengadakan pertemuan dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Balai Kota. [Baca: Sambangi Ahok di Balai Kota, Menag Bahas Katering dan RS Haji Pondok Gede ]

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Gubernur mengirim surat ke DPRD DKI. DPRD menindaklanjutinya dengan membentuk pansus. Karena untuk menghibahkan itu diperlukan persetujuan Dewan," ujar anggota Fraksi Partai Golkar ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Megapolitan
Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Megapolitan
Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.