Kompas.com - 10/10/2015, 18:13 WIB
A (39) yang berbaju oranye ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan PNF (9), bocah dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (10/10/2015). andri donal/kompas.comA (39) yang berbaju oranye ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan PNF (9), bocah dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (10/10/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com - A (39), tersangka pembunuh bocah dalam kardus, PNF (9), sempat merencanakan untuk menyembunyikan mayat PNF usai memperkosa dan membunuhnya, Jumat (2/10/2015) siang.

Bahkan A meninggalkan mayat PNF sejenak untuk mencari lakban di luar rumahnya. Lakban tersebut digunakan untuk merekatkan tubuh PNF agar bisa masuk ke dalam kardus.

"Habis itu pelaku dengan kardus berisi korban dibawa habis (waktu) shalat maghrib, di saat jalanan mulai sepi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, Sabtu (10/10/2015).

Setelah A membawa mayat PNF ke jalan yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari rumahnya, dia meletakkan PNF yang berada di dalam kardus di pinggir jalan. Belakangan, tempat itu menjadi tempat penemuan mayat PNF oleh warga sekitar, yakni Jalan Sahabat, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Di dekat lokasi pembuangan mayat PNF, A turut membawa gelas berisi barang-barang milik PNF yang saat itu mau dibakar untuk menghilangkan barang bukti. Namun, ternyata tidak semua barang bersama gelasnya terbakar. Polisi pun menemukan barang-barang itu dan menyimpannya sebagai alat bukti pada awal penyelidikan.

Belakangan, saat polisi menggeledah rumah A, diketahui ada kardus yang merek dan ukurannya sama dengan yang digunakan A saat menaruh PNF di pinggir jalan. Juga ditemukan lakban dan barang bukti lain yang semakin menguatkan A sebagai pemerkosa sekaligus pembunuh PNF.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Megapolitan
Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

Megapolitan
UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Megapolitan
UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

Megapolitan
4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
Tren Kasus Positif Covid-19 pada Anak-anak Meningkat, Balita Ikut Jadi Korban

Tren Kasus Positif Covid-19 pada Anak-anak Meningkat, Balita Ikut Jadi Korban

Megapolitan
UPDATE: Tambah 394 Kasus Covid-19 di Depok, 6 Pasien Meninggal

UPDATE: Tambah 394 Kasus Covid-19 di Depok, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Wilayah Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Wilayah Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Jebol Indomaret Bantargebang, Pelaku Rusak CCTV Sebelum Bobol ATM

Jebol Indomaret Bantargebang, Pelaku Rusak CCTV Sebelum Bobol ATM

Megapolitan
Daftar 23 Rumah Sakit di Depok yang Gelar Vaksinasi Covid-19 Pralansia

Daftar 23 Rumah Sakit di Depok yang Gelar Vaksinasi Covid-19 Pralansia

Megapolitan
Indomaret di Bantargebang Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Rupiah di ATM Raib

Indomaret di Bantargebang Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Rupiah di ATM Raib

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X