Asap yang Bikin Heboh Balai Kota DKI

Kompas.com - 12/10/2015, 13:15 WIB
Pemadam kebakaran mencoba mencari tahu sumber asap di ruang panel Balai Kota DKI, Senin (12/10/2015). Jessi CarinaPemadam kebakaran mencoba mencari tahu sumber asap di ruang panel Balai Kota DKI, Senin (12/10/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Aktivitas di Balai Kota DKI sempat terhenti beberapa menit karena listrik padam, Senin (12/10/2015). Setelah beberapa saat, listrik kembali menyala.

Namun, beberapa waktu kemudian, pegawai negeri sipil (PNS) dan orang-orang yang berada di sekitar Balai Kota keluar dari ruangan dan berkumpul di halaman Blok H Balai Kota. Mereka menunjuk-nunjuk ke arah ruang panel yang berada di belakang Gedung Blok H.

Asap tebal keluar dari dalam ruang panel tersebut. Bau terbakar juga tercium dari ruangan tersebut. Sejumlah mobil pemadam kebakaran datang. Petugas damkar sempat menurunkan selang.

Beberapa petugas PLN pun datang dan bergabung dengan petugas damkar. Kepala Biro Umum Agustino Darmawan menyusul dan melihat situasi di ruang panel tersebut.

"Awalnya kami mendapat laporan kebakaran di Gedung H. Setelah diperiksa ternyata panel. Kami memadamkan dengan APAR (alat pemadam api ringan) bukan air karena listrik kan. Takutnya terjadi apa-apa," ujar salah seorang pemadam, Senggono.

Senggono mengatakan, 45 orang petugas pemadam diturunkan untuk memeriksa ruangan ini. Sampai saat ini, petugas PLN sedang menyelidiki penyebab korsleting ini sekaligus memeriksa bagian mana yang terbakar. Untuk menunjang aktivitas PNS di Balai Kota, listrik pun diaktifkan dengan menggunakan genset.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

Megapolitan
UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Megapolitan
UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

Megapolitan
Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Megapolitan
Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Megapolitan
Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Megapolitan
Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Megapolitan
Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Megapolitan
5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X