Listrik Padam Total, Aktivitas PNS di Balai Kota Terganggu

Kompas.com - 12/10/2015, 17:20 WIB
Puluhan PNS DKI keluar dari gedung Blok H akibat listrik yang mati. Listrik yang mati disebabkan oleh korsleting di ruang panel Blok H Balai Kota DKI, Senin (12/10/2015) Jessi CarinaPuluhan PNS DKI keluar dari gedung Blok H akibat listrik yang mati. Listrik yang mati disebabkan oleh korsleting di ruang panel Blok H Balai Kota DKI, Senin (12/10/2015)
Penulis Jessi Carina
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Biro Umum DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan, Gedung Blok H Balai Kota saat ini sama sekali tidak dialiri listrik akibat korsleting di ruang panel. Kondisi ini mengganggu kinerja pegawai negeri sipil (PNS) DKI.

"Aktivitasnya sudah pasti terganggu sepanjang hari ini. Tapi, tetap bisa kerja asal kerjanya enggak usah pakai AC. Turun enggak pakai lift. Ya gitulah, sedang darurat," ujar Agustino di Balai Kota DKI, Senin (12/10/2015).

Agustino mengatakan, sebenarnya dia bisa saja menginstruksikan agar listrik di Blok H menggunakan genset. Namun, dia khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan sehingga dia membiarkan terlebih dahulu petugas PLN memperbaiki panel listrik yang korsleting.

Dia berharap masalah tersebut bisa cepat diperbaiki sehingga aktivitas esok hari bisa kembali normal.

Apalagi, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terdapat di Gedung Blok H. Dia tidak mau pelayanan terhadap masyarakat terganggu karena listrik yang padam.

"Saya sih mintanya besok enggak pakai alasan lagi. Harus normal lagi pagi-pagi. Saya bilang, kalau perlu begadang, ya begadang," ujar Agustino.

Sebelumnya, ruang panel yang berada di bagian belakang Gedung Blok H, Balai Kota DKI, korsleting dan sempat mengeluarkan asap. Puluhan petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan sumber asap. Sementara petugas PLN mencoba memperbaiki kerusakan dalam panel.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Megapolitan
Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Megapolitan
Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Megapolitan
27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Megapolitan
Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Megapolitan
3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

Megapolitan
Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Megapolitan
4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

Megapolitan
Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Megapolitan
Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Megapolitan
5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

Megapolitan
Wagub: Jakarta Segera Tambahkan 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Wagub: Jakarta Segera Tambahkan 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X