Kompas.com - 13/10/2015, 11:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat wawancara wartawan, di Balairung, Balai Kota, Senin (12/10/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat wawancara wartawan, di Balairung, Balai Kota, Senin (12/10/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama meluncurkan aplikasi perpustakaan digital pertama di Indonesia bernama "iJakarta". Dengan aplikasi tersebut, masyarakat bisa meminjam buku yang dimiliki Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI dalam bentuk digital.

"Sekarang dengan ada iJakarta, saya lagi coba untuk meyakinkan penerbit karena banyak penerbit yang ketika kita minta bukunya jadi e-book, terus taruh di perpustakaan digital kami, dia keberatan. Alasannya takut enggak ada yang beli buku mereka lagi," ujar Ahok (sapaan Basuki) di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (13/10/2015).

Ahok sekaligus promosi kepada penerbit agar tidak perlu khawatir dengan masalah itu. Sebab, teknis peminjaman buku dalam aplikasi ini tidak berbeda dengan perpustakaan biasa.

Meskipun buku yang disewakan berbentuk digital, kata Ahok, itu bukan berarti semua orang bisa membaca buku begitu saja. Semua masyarakat tetap harus mengantre untuk meminjam buku.

Jika buku yang tersedia di aplikasi tersebut hanya satu e-book, hanya satu orang yang bisa meminjam untuk membacanya. Orang lain yang juga ingin membaca harus menunggu peminjam sebelumnya mengembalikan.

"Kalau di iJakarta sama kok dengan perpustakaan lain. Jadi, enggak ada cerita buku bisa dibaca semua orang," ujar Ahok.

Bahkan, Ahok mengatakan, menyediakan buku di perpustakaan digital iJakarta justru lebih aman daripada di perpustakaan bisa. Di perpustakaan biasa, banyak terjadi kejadian sobeknya halaman buku atau tulisan yang pudar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada pula kejadian pembajakan buku dengan cara menggandakan buku-buku di perpustakaan. Ahok menjamin hal semacam itu tidak akan terjadi di iJakarta.

"Kalau pinjam buku, saya sering kali kesal karena gambar petanya hilang. Jadi, ada orang yang sobek. Jadi, penerbit sebenarnya lebih aman taruh bukunya di iJakarta perpustakaan digital," ujar Ahok.

Untuk diketahui, iJakarta merupakan aplikasi perpustakaan digital pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan e-book reader. Selain itu, ada pula fitur media sosial untuk membicarakan buku yang sedang banyak dibaca.

Aplikasi ini dapat diakses melalui smartphone dengan platform Android, iOS, dan Windows. Aplikasi ini merupakan hasil kerja sama antara BPAD DKI dan PT Woolu Aksara Maya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Targetkan Pemotongan Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Rampung Dua Pekan

Pemkot Tangsel Targetkan Pemotongan Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Rampung Dua Pekan

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tangsel Catat Penambahan 18 Kasus Covid-19

UPDATE 22 September: Tangsel Catat Penambahan 18 Kasus Covid-19

Megapolitan
Saat Biarawan Gereja yang Cabuli Anak Panti Akhirnya Diadili dan Proses Panjang di Baliknya

Saat Biarawan Gereja yang Cabuli Anak Panti Akhirnya Diadili dan Proses Panjang di Baliknya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Megapolitan
Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Megapolitan
Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Megapolitan
KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Megapolitan
Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Megapolitan
Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Megapolitan
Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Megapolitan
Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Megapolitan
Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Megapolitan
Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.