Kompas.com - 16/10/2015, 14:29 WIB
Perwakilan Viking, Heru Joko (kiri), Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian (tengah) dan Ketua The Jak Mania Richard Ahmad usai menggelar rapat final Piala Presiden 2015 di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/10/2015). KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMPerwakilan Viking, Heru Joko (kiri), Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian (tengah) dan Ketua The Jak Mania Richard Ahmad usai menggelar rapat final Piala Presiden 2015 di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/10/2015).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Pendukung Persib Bandung yang hendak menyaksikan langsung final Piala Presiden 2015 dilarang untuk datang dengan menggunakan sepeda motor. Bila ingin ke Jakarta, bobotoh diminta untuk datang dengan menggunakan bus bersama dengan suporter-suporter lainnya.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan, tujuan pihaknya menyampaikan larangan tersebut adalah untuk mempermudah pengawasan.

Sebab, nantinya kepolisian akan mengawal rombongan bus bobotoh sejak mereka berangkat hingga tiba di Jakarta.

"Kita akan mengawal suporter dari Jawa Barat. Karena itu, kita minta tidak ada yang pergi secara perorangan dengan sepeda motor di luar tol. Kita minta agar mereka bisa menggunakan bus," kata Tito di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Menurut Tito, ada 120.000 personel kepolisian yang akan ditugaskan mengawal bobotoh. Mereka merupakan personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

Jalur masuk bobotoh ke Jakarta sendiri akan dibagi dua. "Saya harapkan bus nanti menggunakan jalur Cikampek, kemudian ada sebagian dari Banten," ujar dia.

Final Piala Presiden dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu (18/10/2015). Pertandingan yang akan mempertemukan Persib Bandung dan Sriwijaya FC itu rencananya akan dihelat di Stadion Gelora Bung Karno.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilangsungkannya pertandingan di Jakarta sendiri memunculkan kekhawatiran sebagian kalangan. Hal ini mengingat pendukung Persib, Viking, punya hubungan yang tidak harmonis dengan pendukung Persija Jakarta, The Jakmania.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Megapolitan
Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Megapolitan
Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Megapolitan
Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Megapolitan
Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Megapolitan
Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Megapolitan
1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

Megapolitan
Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Megapolitan
Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Megapolitan
Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Megapolitan
Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.