"The Jakmania itu Oranye, Oranye Itu Belum Tentu The Jakmania"

Kompas.com - 21/10/2015, 17:14 WIB
Para penggemar Persija yang dikenal dengan The Jakmania berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2015). Mereka mendesak Presiden Jokowi untuk melanjutkan kompetisi QNB League musim ini. TRIBUN NEWS / HERUDINPara penggemar Persija yang dikenal dengan The Jakmania berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2015). Mereka mendesak Presiden Jokowi untuk melanjutkan kompetisi QNB League musim ini.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan kericuhan beberapa hari lalu di Jakarta saat final Piala Presiden, terus bergulir. Ketua Umum The Jakmania, Richard Ahmad menjelaskan bahwa kericuhan tersebut karena 'massa cair' pendukung Persija Jakarta.

"Itu massa cair yang artinya kita tidak tahu. Temen-temen sudah tahu bahwa Pak Kapolda sebut itu masalah cair," kata Richard di Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Richard mengatakan bahwa kericuhan di Jakarta tidak bersumber dari The Jakmania. Pasalnya, banyak 'massa cair' itu yang tidak terkontrol dan melakukan aksi tersebut.

"Itu kan massa cair. Ada anak pelajar dan sebagainya. Artinya yg harus digarisbawahi, Jakmania itu oranye, oranye itu belum tentu Jakmania," kata Richard.

Selain itu, Richard juga menyebut, sebelum pertandingan final Piala Presiden, perwakilan The Jakmania sudah berulang kali bertemu dengan kepolisian dan penyelenggara. Artinya, The Jakmania sudah saling koordinasi.

"Kita di sini (Polda Metro) sudah tiga kali pertemuan. Febri juga ada ikut bareng. Kita ketemu Kepala BIN hari Kamis, Febri juga ada."

"Artinya kita minta ke temen media untuk menyampaikan beritanya. Jangan dikonotasikan ada hal lain," kata Richard.

Sebelumnya, Sekjen The JakMania, Febrianto ditetapkan tersangka provokasi kericuhan pada final Piala Presiden 2015 di Jakarta, Minggu (18/10/2015) kemarin. Febrianto dianggap menghasut yang mengakibatkan tindakan kericuhan di beberapa tempat di Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jajaran Polres Metro Jakarta Utara Jalani Vaksinasi Covid-19

Jajaran Polres Metro Jakarta Utara Jalani Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Sejarah Hari Ini: Gadis 15 Tahun Bunuh Anak Tetangga Terinspirasi dari Film Chucky

Sejarah Hari Ini: Gadis 15 Tahun Bunuh Anak Tetangga Terinspirasi dari Film Chucky

Megapolitan
Berkait Lurah Cabul di Bekasi, Kompolnas Ingatkan Polisi agar Tak Tebang Pilih Usut Kasus

Berkait Lurah Cabul di Bekasi, Kompolnas Ingatkan Polisi agar Tak Tebang Pilih Usut Kasus

Megapolitan
Manfaatkan Celah, Pembantu hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Manfaatkan Celah, Pembantu hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
7 Tahun Lalu, Sakit Hati dan Cemburu Melatarbelakangi Pembunuhan Ade Sara

7 Tahun Lalu, Sakit Hati dan Cemburu Melatarbelakangi Pembunuhan Ade Sara

Megapolitan
Guru Harapkan Belajar Tatap Muka, Pemkot Tangsel Tunggu Keputusan Pusat

Guru Harapkan Belajar Tatap Muka, Pemkot Tangsel Tunggu Keputusan Pusat

Megapolitan
Wali Kota Ali Maulana Buka Pelaksanaan Vaksinasi ASN, TNI-Polri di Jakarta Utara

Wali Kota Ali Maulana Buka Pelaksanaan Vaksinasi ASN, TNI-Polri di Jakarta Utara

Megapolitan
Soal Virus Corona Varian B.1.1.7, Wali Kota Depok Tunggu Arahan Resmi Kemenkes

Soal Virus Corona Varian B.1.1.7, Wali Kota Depok Tunggu Arahan Resmi Kemenkes

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 bagi ASN TNI-Polri di Jakarta Utara Mulai 8 Maret 2021

Vaksinasi Covid-19 bagi ASN TNI-Polri di Jakarta Utara Mulai 8 Maret 2021

Megapolitan
Komnas Perempuan Pertanyakan Lambannya Polisi Usut Kasus Lurah Cabul di Bekasi

Komnas Perempuan Pertanyakan Lambannya Polisi Usut Kasus Lurah Cabul di Bekasi

Megapolitan
Tangsel Masuk Zona Kuning Penyebaran Covid-19, Wali Kota Airin: Jangan Jemawa

Tangsel Masuk Zona Kuning Penyebaran Covid-19, Wali Kota Airin: Jangan Jemawa

Megapolitan
Terseret Dugaan Pelecehan Seksual, Lurah di Bekasi Dibina oleh Pemkot

Terseret Dugaan Pelecehan Seksual, Lurah di Bekasi Dibina oleh Pemkot

Megapolitan
Bandar Narkotika yang Ditangkap Polisi Punya Belasan Hektar Ladang Ganja di Mandailing Natal

Bandar Narkotika yang Ditangkap Polisi Punya Belasan Hektar Ladang Ganja di Mandailing Natal

Megapolitan
Penganiayaan 26 Jam oleh Sepasang Kekasih yang Terbakar Cemburu hingga Bunuh Ade Sara

Penganiayaan 26 Jam oleh Sepasang Kekasih yang Terbakar Cemburu hingga Bunuh Ade Sara

Megapolitan
Pemkot Tangerang Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Rampung Hari Ini

Pemkot Tangerang Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Rampung Hari Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X