Kompas.com - 28/10/2015, 11:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memimpin apel peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Rabu (28/10/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memimpin apel peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memaknai Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober.

Menurut Basuki, inti peringatan Hari Sumpah Pemuda adalah rasa saling percaya sesama warga. 

"Intinya percaya. Kita bisa mendeklarasikan satu nusa, bangsa, bahasa ini karena saling percaya dan ini yang penting," kata Basuki saat memimpin apel Hari Sumpah Pemuda di Lapangan IRTI Monas, Rabu (28/10/2015). 

Tiap warga, kata Basuki, harus menanamkan sikap saling percaya. Konflik horizontal terjadi karena tidak adanya sikap saling percaya antarwarga.

"Hari ini yang paling bahaya di kita sebetulnya tiba-tiba enggak saling percaya. Bukan hanya beda agama, melainkan sesama agama saja sudah enggak saling percaya. Sesama pemuda sekampung dan satu sekolah juga enggak saling percaya, itu yang paling bahaya," kata Basuki. 

Karena itu, ia menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi kebangkitan para pemuda untuk menumbuhkan sikap saling percaya.

Pada kesempatan itu, Basuki juga membacakan pidato Sumpah Pemuda Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Dalam pidato itu disebutkan, saat ini Indonesia disuguhi fenomena baru akibat arus modernisasi dan kemajuan teknologi informasi (TI).

Selain membawa sisi positif, kemajuan TI juga membawa dampak negatif, seperti informasi yang destruktif masuk dengan mudah kepada generasi muda dan melahirkan generasi baru yang mempunyai pola pikir cepat dan cenderung individualistik.

"Media sosial menjelma jadi tempat favorit berkumpulnya anak muda. Interaksi di media sosial berjalan dengan realtime. Tidak mudah bagi orangtua dan guru untuk dapat mengawasinya sehingga pembangunan karakter kita bisa kuat dan tangguh. Melalui gerakan revolusi mental, pemuda bisa mandiri sesuai akal sehat mereka," kata Basuki membacakan pidato Imam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

[POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

Megapolitan
Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

Megapolitan
Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

Megapolitan
Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

Megapolitan
[Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

[Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

Megapolitan
Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

Megapolitan
Relief dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga Makam Sepupu Imam Masjidil Haram di Masjid Jami Kalipasir

Relief dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga Makam Sepupu Imam Masjidil Haram di Masjid Jami Kalipasir

Megapolitan
Artis Rio Reifan 4 Kali Ditangkap karena Narkoba dan Belum Pernah Direhabilitasi

Artis Rio Reifan 4 Kali Ditangkap karena Narkoba dan Belum Pernah Direhabilitasi

Megapolitan
Depok Catat 155 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

Depok Catat 155 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Masjid Kalipasir Tangerang dan Cerita soal Pilar Pemberian Sunan Kalijaga

Masjid Kalipasir Tangerang dan Cerita soal Pilar Pemberian Sunan Kalijaga

Megapolitan
Pengusaha di Jakarta yang Terdampak Covid-19 Boleh Bayar THR Sehari Sebelum Lebaran, Ini Syaratnya

Pengusaha di Jakarta yang Terdampak Covid-19 Boleh Bayar THR Sehari Sebelum Lebaran, Ini Syaratnya

Megapolitan
Sosok Sylviana Murni, Wali Kota Perempuan Pertama di Jakarta hingga Lolos Jadi Anggota DPD RI

Sosok Sylviana Murni, Wali Kota Perempuan Pertama di Jakarta hingga Lolos Jadi Anggota DPD RI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X